Selasa, 18 September 2012

Aplikasi Penerapan Insurable Interest

Untuk memperjelas pengertian tentang Prinsip Kepentingan yang dapat diasuransikan (Insurable Interest Principle) berikut ini aplikasi prinsip tersebut dalam transaksi asuransi sehari-hari.
a.    Asuransi Harta Benda (Property Insurance).
adanya “Insurable Interest” pada seorang Tertanggung akan mudah diketahui dalam Asuransi Harta-benda, karena adanya unsur kepemilikan, baik secara penuh (full ownership) maupun karena adanya keterlibatan keuangan atas pokok pertanggungan tersebut (the subject matter of Insurance) seperti dibawah ini :

a.1    Kepemilikan sebagian atau kepemilikan bersama
Seseorang yang hanya memiliki kepentingan sebagian (partial interest) pada suatu benda berhak mengasuransi nilai penuh benda itu, walaupun kepentingan sebenarnya orang itu pada benda tersebut sebagian saja.
Namun demikian apabila kerugian terjadi, benda tersebut musnah seluruhnya, dan menerima ganti rugi yang melebihi kepentingan keuangannya, maka ia hanya berhak atas jumlah sebesar kepentingannya tersebut, sedangkan sisanya menjadi hak pemilik atau para pemilik lainnya.
a.2    Mortgagees & Mortgagors
Pemberian hipotek lazim dilakukan dalam pembelian rumah, harta benda lain. Pemberi hipotek (Mortgagees) selaku pihak penjual, dan Mortgagor selaku pihak pembeli. Kedua pihak tersebut mempunyai Insurable Interest, dimana :
Mortgagee : sebatas uang pinjaman atau kridit yang diberikan.

Dalam praktek seperti ini biasanya pihak pemberi kredit/penjual mengharus-kan pihak pembeli mengasuransikan barang tersebut dengan nama bersama antara Pihak Penjual dan pihak Pembeli.
a.3.   Pengurus, Juru sita & Trusstee
Orang-orang atau Badan Hukum yang menjalankan tugas seperti diatas, bertanggung jawab atas barang-barang atau kepentingan yang berada dibawah pengawasannya atau kekuasaannya, dengan adanya tanggung jawab ini maka memberikan pada mereka Insurable Interest atas barang-barang tersebut.
a.4    Bailees
Bailees adalah orang-orang yang secara legal memegang atau mengawasi langsung barang-barang milik orang lain, baik atas pembayaran suatu uang imbalan untuk itu atau secara gratis,
misal : Bengkel; Binatu; Reperasi Tv dll.
Pihak-pihak ini bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan atau menjaga barang-barang yang berada dalam pengawasannya, tanggung jawab inilah memberikan mereka Insurable Interest pada barang-barang yang bersangkutan.

a.5    Agent
Seorang Agen bertanggung jawab atas barang-barang milik prinsipalnya yang berada dibawah kekuasaan agen tersebut. Agen tersebut berhak mengasu-ransikan barang yang bersangkutan, karena ada tanggung jawab terhadap barang tersebutlah yang memberikannya Insurable Interest.
a.6    Suami - Istri
Setiap Istri mempunyai Insurable Interest pada harta benda atau jiwa Suaminya, dan Suami mempunyai Insurable Interest pada harta benda atau jiwa Istrinya.

b.    Asuransi Tanggung Gugat (Liability Insurance).
Dalam asuransi Tanggung Gugat (Legal Liability Insurance), insurable Interest timbul dari tanggung-gugatnya untuk mengganti kerugian orang atau pihak lain, sebagai akibat dari kelalaian atau kesalahan yang mengakibatkan kerugian pada orang atau pihak lain tersebut.
Maka setiap perseorangan maupun perusahaan mempunyai kepentingan keuang-an atas kemungkinan adanya tanggung gugat yang mungkin akan timbul sebagai akibat kelalaiannya atau bawahannya, serta biaya-biaya lain yang legal.

c.    Asuransi Jiwa (Life Assurance).
-.    Seseorang tentu mempunyai Insurabel Insterest atas jiwanya sendiri.
-.   Seorang  Suami  atau  Istri mempunyai Insurable Interest atas Jiwa  Istri  atau Suaminya, sehingga Suami dapat mengasuransikan jiwa Istrinya, demikianpun si Istri dapat mengasuransikan jiwa Suaminya.
-.  Dalam suatu partnership, dimana para anggota atau partner dari partnership dapat menderita kerugian finansial karena seseorang dari mereka meninggal dunia, seorang partner dapat mengasuransikan jiwa partner lainnya dengan jumlah pertanggungan terbatas pada kepentingan keuangan di partner yang mengasuransikannya 
-.   Seorang pemberi kredit dapat menderita kerugian finansial jika si pengambil atau pemakai kredit meninggal dunia sebelum kredit tersebut lunas, maka si pemberi kredit mempunyai Insurable Interest atas jiwa si pengambil atau pemakai kredit.



Oleh: Ign. Rusman, sumber: E-Learning IGTC

Previous Post
Next Post

post written by:

1 komentar:

  1. Maaf saya mau nanya, ada contoh kasus dari penerapan prinsip ini di Indonesia?

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.