Jumat, 30 November 2012

Fungsi dan Tujuan Reasuransi



Mekanisme reasuransi diperlukan dalam industri perasuransian dengan fungsi/tujuan sebagai berikut :
A.    Capacity (kapasitas)
Terbatasnya kapasitas yang dimiliki oleh Direct Insurer tertentu membuat Direct Insurer tersebut tidak leluasa mengaksep jumlah-jumlah pertanggungan yang melebihi kapasitasnya. Fasilitas Reasuransi akan memperbesar kapasitas Direct Insurer tersebut, sehingga memungkinkan untuk mengaksep jumlah-jumlah pertanggungan yang tinggi. Dalam hal seperti ini reasuransi berfungsi sebagai “Capacity Boosting”.
B.    Removal of Uncertainty
Terjadinya kerugian dapat dianggap pasti (certain). Tetapi apa yang tidak dapat dipastikan (uncertain) adalah frekwensi terjadinya kerugian, kapan kerugian itu akan terjadi, dan berapa besar kerugian yang akan diderita. Reasuransi dapat membuat kerugian Direct Insurer menjadi pasti; dengan kata lain reasuransi membantu direct insurer dalam menstabilkan tingkat kerugiannya dengan menghilangkan beberapa dari ketidakpastian.
 C.    Confidence
Sebagaimana halnya asuransi yang salah satu manfaatnya bagi Tertanggung adalah menciptakan rasa yakin (confidence), reasuransi pun memberikan manfaat yang sama bagi Direct Insurer. Sebagai contoh, dengan dapat dihilangkannya ketidakpastian (uncertainties) tertentu melalui mekanisme asuransi, pengusaha akan bersedia untuk memperbesar investasinya ketimbang menyimpan uangnya sebagai cadangan. Hal ini berlaku sama bagi Direct Insurer sebagai pengaruh dari beberapa ketidakpastian yang dapat dihilangkan dengan bantuan mekanisme reasuransi.
D.    Catastrophe Protection
Keadaan finansial Direct Insurer dapat menjadi sangat buruk dalam hal ia harus menanggung kerugian-kerugian yang luar biasa jumlahnya (Catastrophic Losses). Reasuransi berperan sebagai pengaman untuk melindungi Direct Insurer dari keadaan seperti ini.
E.    Spread of Risk
Seperti telah dikemukakan di atas, reasuransi adalah mekanisme pengalihan risiko dari Direct Insurer kepada reasuradur. Oleh sebab itu reasuransi berperan sebagai alat penyebar risiko (spread of Risk).

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.