Sabtu, 12 Januari 2013

HARY PRASETYO: Kuncinya Packaging Produk

JAKARTA: Menarik minat ma­­sya­rakat membeli produk asuransi bukanlah hal yang mudah.

Untuk itu, dibutuhkan beragam inovasi. Pada tahun ini, PT Asuransi Jiwa­sraya menyiapkan dua produk tra­disional dan dua unit linked.

Untuk memasarkan produk tersebut, perseroan juga berencana me­­nambah 6.000 agen hingga akhir tahun ini.

Berikut kutipan wawancara dengan Direktur Keuangan Jiwa­sraya Hary Prasetyo mengenai berbagai rencana perusahaan itu pada tahun ini.

Produk baru apa yang akan ditawarkan Jiwa­sraya pada tahun ini?

Akhir tahun lalu masih soft launching. Ada dua pro­duk tradisonal dan dua unit linked.

Fokus kami masih pada produk tradisional. Ada model baru nanti, se­­perti gaji terusan atau asu­ransi pendidikan. Itu yang mau coba dikembangkan.

Apakah produk tersebut murni produk asuransi tradisional?

Tidak murni tradisional. Nanti kami kombinasikan dengan investasi. Orang masih lihat ke sana.

Mengapa merilis dua produk baru tersebut?

Data menunjukkan pangsa pasar unit linked itu turun. Pertumbuhannya tidak sebaik sebelumnya.

Kondisi pasar modal yang fluktuatif menahan unit linked. Orang yang biasa dapat keuntungan tinggi akan memilih investasi langsung ke pasar modal.

Kita coba fokus ke tradisional mix dengan investasi.

Kunci­nya adalah packaging produk yang membuat menarik, Karen karakter nasabah masih suka sama produk yang garansi dan aman.

Berapa target premi untuk produk baru?

Belum muluk-muluk. Produk yang baru soft launching itu belum meng­gembirakan.

Mungkin kalau sudah dipromosikan bisa lain hasilnya.

Target kami bisa dapat Rp500 miliar setahun sudah hebatlah untuk kedua produk itu.

Bagaimana dengan pertumbuhan unit linked?

Di Jiwasraya, pertumbuhannya cukup bagus. Sampai saat ini kami mengelola Rp700 miliar dalam 2 tahun.

Agen-agen kami yang tidak biasa jualan unit linked jadi belajar.

Bagaimana kerja sama pemasaran dengan bank?

Banlassurance cukup ba­­gus. Kerja sama kami dengan BRI, Bank Mandiri, Bukopin, dan BTN [sesama BUMN] seperti dengan keluarga sen­diri.

Kami pegang semua, dari kelas menengah ke bawah hingga kelas mene­ngah atas.

Apakah ada rencana kerja sama dengan bank lain lagi?

Penjajakan bank asing satu lagi. Belum bisa disebut karena belum ada MoU.

Namun, sampai akhir tahun kemarin sudah mengerucut dan kuartal pertama tahun ini rencananya akan diresmikan.

Tertarik untuk membuat produk asuransi mikro?

Sudah ada, kami malah pioneer asu­ransi mikro. BUMN berkewajiban me­­mulainya, seperti koperasi di petani.

Jumlah nasabah sekitar 3% dari total portofolio, karena jumlah polis besar jadi preminya kecil sekali.   (ra)
 
 
Sumber: Bisnis
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.