Senin, 07 Januari 2013

Lewat tulisan, Kupasi bantu sosialisasi soal asuransi



JAKARTA : Hari ini, Kamis (10/1) sejumlah tokoh dan eksekutif asuransi mendeklarasikan berdirinya komunitas penulis asuransi Indonesia (KUPASI). Mengusung tagline 'mencerdaskan, mencerahkan' 12 tokoh asuransi ingin meningkatkan pemahaman asuransi kepada masyarakat.

Menurut Ketua KUPASI, Irvan Rahardjo, penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah karena hanya menyumbang 1,7% dari produk domestik bruto (PDB). Sehingga pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asuransi perlu diakselerasi lebih.

"Asuransi adalah bagian dari manajemen risiko. Namun kita tidak memiliki kesadaran yang cukup untuk melakukan mitigasi dalam upaya menjawab dan menanggulangi risiko," kata Irvan dalam siaran pers KUPASI terbentuk di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta.

Menurut Irvan untuk meningkatkan pemahaman asuransi, tanggung jawab tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Harus ada pihak lain yang ikut peduli termasuk pelaku industri itu sendiri dan masyarakat luas yang menyadari bahwa hidup tidak mungkin dipisahkan dari risiko.

Terbentuknya KUPASI disambut baik oleh regulator yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anggota Dewan Komisioner OJK menyatakan upaya edukasi harus dilakukan oleh pemerintah bersama lembaga jasa keuangan dan organisasi lainnya.

"Berdirinya KUPASI dimana para pendirinya merupakan praktisi yang sudah berpengalaman di industri, maka tugas edukasi dapat dilakukan secara sinergis," tuturnya.

Bersamaan dengan berdirinya KUPASI, komunitas ini juga meluncurkan buku perdana berjudul 'Asuransi Buat Apa? (Mari Berdamai dengan Risiko)'.

Buku ini merupakan kompilasi dari 12 pendiri KUPASI dimana didalamnya berisi berbagai pespektif asuransi, mulai dari mikro / korporasi, sosial budaya, hingga pespektif konsumen sebagai individu.

Adapun ke-12 pendiri KUPASI ialah Ana Mustamin (Ketua Yayasan Dharma Bumiputera), Arman Juffry (CEO PT Jardine Lloyd Thomson), Freddy Pieloor (Direktur PT Antara Intermediary Indonesia),
Hasbullah Thabrany (Guru Besar UI dan pakar Sistem Jaminan Sosial), Herris Simanjuntak (Komisaris Utama Asuransi Recapital), Hotbonar Sinaga (Dosen UI dan mantan Direktur Utama PT Jamsostek), Irvan Rahardjo (Komisaris AJB Bumiputera 1912), Kapler A. Marpaung (Komisaris PT Jupiter Insurance Broker), Kasir Iskandar (Direktur KIS Aktuaria), Mucharor Djalil (Pemimpin Redaksi Majalah 'Media Asuransi'), Munawar Kasan (Kepala Divisi Manajemen Risiko & Kepatuhan PT Asuransi Ekspor Indonesia), dan Sugiharto (Komisaris Utama AJB Bumiputera 1912). (arh)


Sumber: Bisnis
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.