Jumat, 15 Februari 2013

Apa itu Bisnis?


Definisi Bisnis:

“Serangkaian aktivitas yang dijalankan seseorang/ perusahaan terkait dalam proses perdagangan barang dan jasa kepada masyarakat”

Dalam definisi ini tercantum hal-hal berikut:

o Interaksi bisnis-bisnis individu dalam berbagai ukuran dan jenis usaha khusus (spesialisasi)
o Interaksi antara bisnis-bisnis tersebut dengan konsumen

Menurut Peter Drucker untuk mengenal suatu bisnis, maka kita perlu mengetahui tujuan dari diciptakannya bisnis tersebut.
Definisi tujuan bisnis yang valid menurutnya adalah “untuk menciptakan konsumen

Hal-hal yang dapat disimpulkan dari pandangan Drucker ini adalah:
o Bisnis tidak akan ada tanpa adanya konsumen
o Uang, pekerjaan, perdagangan, penjualan, keuntungan, dan lain-lain adalah bagian dari lingkungan bisnis yang kompleks dimana seseorang/ perusahaan harus berjuang keras di dalamnya untuk menciptakan dan mempertahankan konsumen dari barang/jasa yang diproduksinya.

ORIGINS OF MODERN BUSINESS PRACTICE

Untuk mempelajari praktek bisnis modern saat ini dengan baik, juga perlu dipelajari sejarah perkembangan bisnis di masa lalu. Bagaimana perkembangan sistem jual beli dan perdagangan dari waktu ke waktu. Termasuk di dalamnya hal-hal seperti:

  • Sistem barter
  • Pertukaran dengan uang
  • Undang-Undang Perdagangan (mercantile/ commercial law)



Early Tribal Societies


  • Era dimana manusia hidup dalam suku-suku (tribes) dan pertukaran barang/jasa atas dasar hubungan kekerabatan
  • Tidak ada spesialisasi kerja antar orang di dalam suku (contoh: seseorang bekerja khusus untuk membuat panah yang akan ditukar dengan orang lain yang khusus
  • membuat pakaian dari kulit)
  • Distribusi barang/ jasa terjadi karena tujuan ‘proteksi kelangsungan hidup suku secara keseluruhan’ ketimbang ‘memenuhi kebutuhan individu’.
  • Dalam masa ini tidak perlu berpikir untuk ‘menciptakan konsumen’.



Civil Societies


  • Ide ’menciptakan konsumen’ muncul pertama kali pada masa ini, yang didasarkan pada ide ‘harta benda dan kepemilikan’
  • Terdapat spesialisasi kerja antar individu dalam masyarakat
  • Perdagangan dalam masa ini dengan sistem barter (pertukaran) barang/ jasa antar individu yang saling membutuhkan (double coincide).



Role of Money in Business


  • Kelemahan sistem barter (double coincide) membuat orang mencari alat tukar untuk memfasilitasi perdagangan barang/ jasa.
  • Uang inilah yang berfungsi utama sebagai alat tukar (medium of exchange) untuk membeli barang/ jasa dari pihak yang mau menjualnya, tanpa harus melihat apakah masing-masing pihak saling membutuhkan atau tidak terhadap barang/ jasa tersebut.
  • Uang juga berfungsi sebagai storage device for purchasing power, karena uang tidak harus segera dihabiskan/ dibelanjakan.
  • Pada masa lalu apapun yang dapat diterima oleh masyarakat sebagai alat tukar disebut uang (contoh: kerang, gigi ikan, dll)
  • Perkembangan saat ini uang dalam bentuk koin atau uang kertas
  • Plastic money (credit cards, debit cards, smart cards) muncul pertama kali pada tahun 1970


Development of Commercial Law


  • Hukum atau Undang-Undang dalam bisnis dibuat untuk mengatur perdagangan barang/ jasa dan khususnya jika ada pelanggaran kewajiban dari masing-masing pihak yang terkait dengan perdagangan tersebut


Area-area hukum yang berpengaruh terhadap perkembangan peraturan usaha (bisnis):
o Laws governing contracts
o Laws governing property rights
o Incorporation of companies


  • Hukum bisnis pertama terkait dengan pelayaran bangsa Punishia dan Yunani (Athena) yang menjadi prinsip-prinsip dasar dalam marine insurance.
  • Peraturan khusus berkaitan dengan perdagangan luar negeri dikembangkan oleh bangsa Romawi yang menjadi karakteristik dari hukum transaksi komersial modern
  • Satu peraturan yang sama (seragam) untuk transaksi komersial berkembang di Eropa
  • Berdirinya perusahaan kolonial pertama Ducth East India Company thn 1602 yang kemudian hari menjadi dasar perkembangan praktek bisnis saat ini terutama mengenai ‘perusahaan (corporation)


BUSINESS WITHIN TODAY’S ECONOMIC CONTEXT

Scope of Business in Today’s Economy
Bisnis dapat berjalan pada:

  • Sektor yang beragam mulai dari sektor manufaktur (riil) sampai sektor finansial (jasa)
  • Ukuran usaha skala besar maupun usaha skala kecil.
  • Perusahaan dengan orientasi laba (profit) atau nirlaba (non-profit)



Economy

  • Perubahan terjadi terus menerus yang termasuk di dalamnya perubahan:
  • Perubahan struktur ekonomi (e.g: perpecahan Uni Soviet, perkembangan ekonomi regional, dll)
  • Perubahan permintaan global terhadap suatu barang/ jasa (siklus permintaan terhadap kapal yang mempengaruhi permintaan terhadap bahan baku dan consumer goods)
  • Perubahan suplai dan harga bahan baku (e.g: oil crisis)
  • Perubahan suplai dan harga tenaga kerja (e.g. upaha tenaga kerja di Asia Tenggara yang lebih murah daripada di Eropa)


Domestic Economy

  • Perubahan ekonomi di tingkat domestik akan langsung terasa dampaknya pada bisnis lokal daerah tersebut. Perubahan ekonomi di tingkat ini tidak lepas dari perubahan ekonomi di tingkat global.
  • Tiga area penting lain yang mempengaruhi ekonomi domestik yaitu: suku bunga, nilai tukar dan inflasi


Economy of The Market

  • Tanpa memahami karakteristik pasar dimana suatu usaha (bisnis) berada maka akan sulit untuk menghadapi dan memenangkan persaingan di lingkungan/ pasar tersebut.(e.g Asuransi Umum di Indonesia berada di pasar yang mana? Apa yang harus dilakukan dalam pasar seperti ini?)


Economics & Business Operations
Dalam tingkat ini ekonomi berpengaruh dalam hal efisiensi, seperti bagaimana memaksimalkan profit dengan penggunaan sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya.

TYPES OF BUSINESS ORGANISATION

For-Profit and Non-For-Profit Organisations
For-profit organisations
Perusahaan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan (profit)bagi pemilik (pemegang saham) perusahaan tersebut, melalui penjualan barang atau jasa kepada konsumen.

Non-for-profit organisations
Perusahaan keberadaannya untuk memproduksi suatu barang/memberikan layanan, sementara tetap mempertahankan dana yang telah diberikan penyandang dana kepada perusahaan.

Contoh:
For-profit-organisations
Supermarket, Bank, Pabrik mobil, dll
Non-profit-organisations
Universitas, Serikat Dagang, Asosiasi Profesi, dll
Goods and Services
Perusahaan dapat dibedakan dari segi produksi yang dilakukannya. Apakah memproduksi suatu barang (goods) atau memberikan layanan (services) kepada konsumen. Kadangkala campuran kedua jenis ini dapat terjadi.

LEGAL STRUCTURE OF BUSINESSES

Struktur Perusahaan suatu jenis usaha dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Ukuran (size) usaha/ perusahaan
  • Tanggungjawab yang diinginkan pemilik manakala terjadi kepailitan
  • Hubungan antar kolega/partner di dalam usaha tersebut
  • Tujuan akhir dari pemilik



Jenis-jenis struktur perusahaan/ usaha:
Sole Traders

  • Pemilik usaha adalah individu yang menjalankan pekerjaan/ usahanya sendiri (contoh: pelukis, tukang kayu, dekorator, dll). 
  • Tanggungjawab tidak terbatas (dapat dituntut sampai kepada harta pribadi) jika terjadi suatu kerugian terhadap konsumen. 
  • Kerugian maupun keuntungan ditanggung/ menjadi milik sendiri.
  • Tidak perlu mempublikasikan laporan keuangan kepada umum


Partnership

  • Pemilik terdiri atas beberapa individu yang sepakat untuk menjalankan usaha secara bersama-sama
  • Dalam hal hukum partnership tidak dianggap merupakan entitas/ institusi yang terpisah
  • Tanggungjawab pribadi yang tidak terbatas seperti halnya sole traders
  • Profit dibagi antar anggota berdasarkan kepemilikan masing-masing
  • Tidak perlu mempublikasikan laporan keuangan kepada umum
  • Jumlah partner biasanya dibatasi kecuali untuk kantor pengacara dan akuntan



Company Limited by Shares
Harus tercatat dan memiliki izin usaha dari pemerintah

Pemilik perusahaan terbagi dua jenis:

Public Company
Masyarakat umum dengan membeli saham pada bursa efek. Saham dapat dipindahkan dan diperjual belikan dengan bebas
Private Company

  • Individu-individu tertentu yang menanamkan investasinya diperusahaan.
  • Tanggungjawab pemilik terbatas pada nilai saham yang dimilikinya dalam perusahaan (tidak dapat dituntut sampai harta pribadi)
  • Perusahaan merupakan entitas/ institusi hukum yang terpisah
  • Laporan keuangan harus dipublikasikan kepada masyarakat umum dan diperiksa oleh auditor eksternal.



Company Limited by Guarantee

  • Harus tercatat dan memiliki izin usaha dari pemerintah
  • Tidak ada kepemilikan dalam bentuk saham, namun pemilik memberikan jaminan atas liability perusahaan yang timbul sampai batas nominal tertentu
  • Umumnya digunakan oleh non-profit organisations.
  • Profit di re-investasikan kembali ke perusahaan untuk manfaat anggota atau konsumen
  • Laporan keuangan harus dipublikasikan kepada masyarakat umum dan diperiksa oleh auditor eksternal.
  • Contoh: mutual associations dan yayasan


OBJECTIVES OF A BUSINESS

Bisnis memiliki tujuan yang spesifik
Primary Objectives
Umumnya merupakan tujuan mendasar dari keberadaan suatu usaha.
Misal:

  • Dokter – Membantu kesehatan pasien
  • Sekolah – Mendidik siswa
  • Bakery – Membuat roti


Business Objectives
Merupakan tujuan usaha yang lebih spesifik daripada tujuan utama (primary objective)
Terbagi atas:
Financial Objectives
Berkaitan dengan bagaimana suatu usaha/bisnis menggunakan uang yang
dikendalikannya
Strategic Objectives
Tactical aims yang ingin dicapai suatu usaha melalui manajemen yang efektif
Tujuan-tujuan ini berbeda antara profit dan non-profit organisations (lihat hal 1/11 –Textbook)

Metode-metode sebagai alat bantu formulasi tujuan bisnis antara lain:

Gap Concept
Dua langkah dalam mengidentifikasi performance gap:
o Menentukan posisi yang ingin dicapai oleh perusahaan di masa depan (dari segi market share, profitability, customer satisfaction, dll) – desired state
o Analisa posisi yang dicapai perusahaan jika tidak melakukan perubahan strategi – expected state
Perbedaan kedua posisi di atas disebut performance gap.

SWOT Analysis

Mission Statements
Membantu pengambilan keputusan di tiap tingkat menjadi lebih terarah dan sejalan dengan tujuan yang akan dicapai.
Didalamnya berisi organisation’s identity in terms of:
o What it is
o What makes it special
o What it stands for
o What it aims to achieve
o Where it is heading
o What differentiates it from competitors

Mission statements yang efektif:
o Ringkas
o Tertulis
o Jelas dan mudah dipahami

NEED FOR CLEAR OPERATIONAL OBJECTIVES

Selain tujuan utama dan misi perusahaan, manajer juga harus memiliki tujuan operasional (sehari-hari). Dimana untuk memformulasi tujuan yang efektif perlu dihindari agar tujuan tersebut tidak kabur dan tidak subjektif.

Tujuan yang efektif harus – SMART :
S – Specific
M – Measurable
A – Achievable
R – Relevant
T – Time-tabled

FUNCTIONS OF A BUSINESS

  • Innovation
  • Production
  • Marketing
  • Human Resources Management
  • Finance & Accounting
  • Compliance with Regulations

FINANCING BUSINESS

  • Debt
  • Equity
  • Public Funding
  • Charitable Donations

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.