Senin, 18 Februari 2013

Back to Back Bank Garansi

Pada bentuknya yang klasik, Garansi Bank diberikan oleh suatu Bank kepada sesseorang dengan mewajibkan orang tersebut menyetorkan collateral , misalnya dengan menjaminkan tanah, rumah , atau kendaraan. Jadi pada prinsipnya sama dengan kredit biasa, karena Pihak Bank dengan mengeluarkan Garansi Bank sudah langsung mencadangkan dana sejumlah yang tercatat pada Garansi Bank.

Salahsatu upaya Pemerintah dalam rangka meringankan beban permodalan bagi para pengusaha lemah, maka Garansi Bank bisa dengan  “Back to Back Bank Garansi “.
Artinya adalah bahwa Garansi Bank yang diberikan oleh Bank kepada Kontraktor (Principal)  tanpa diwajbkan memberikan collateral, melainkan cukup dengan Surat jaminan dari salahsatu Perusahaan Asuransi yang sebelumnya sudah ada kontrak dengan Bank yang bersangkutan.

Prosedurnya adalah sebagai berikut :


1. Mengajukan permintaan kepada Perusahaan Asuransi ( yang sudah ada hubungan kontrak dengan Bank yang akan mengeluarkan Garansi ) , yaitu dengan :

  • Mengisi formulir yang sudah disediakan.
  • Melampirkan foto copy “Surat Keputusan Pemenang  Tender” (Penunjukan) dari Oblegee.
  • Melampirkan Akte Perusahaan dan Neraca Perusahaan,
  • Membayar Akte Notaris dan Biaya Service  (Service Charge)

 
2. Asli “Surat Jaminan” yang dikeluarkan Perusahaan Asuransi tersebut diberikan kepada Bank untuk meminta dibuatkan Garansi Bank.

  • Biasanya prosedur kepada Bank dalam hal ini adalah sebagai  berikut :
  • Mengisi formulir permohonan,
  • Melengkapi dokumen a.l. Foto copy akte pendirian Perusahaan, Foto copy Neraca Perusahaan 3 tahun terakhir dsb.
  • Melengkapi dokumen (asli) Jaminan dari Perusahaan Asuransi,
  • Melengkapi dokumen (asli) Surat Kuasa dari Komisaris atau dari Direksi Perusahaan pemohon ( tergantung bunyi pada Akte Pendirian Perusahaan),

Pada praktek ada salah satu Bank yang mewajibkan menyetor dana tunai sebesar 10% dari total jaminan yang diminta. Namun ada juga yang tidak meminta dana jaminan, tergantung kepada kebijakan Bank yang bersangkutan.

  • Membayar biaya Bank.

Untuk jumlah jaminan yang agak besar misalnya Rp. 50.000.000,00 keatas diwajibkan oleh Bank untuk melakukan pengikatan melalui Notaris. Biasanya Notarisnya dipanggil kekantor Bank yang bersangkutan.
Namun untuk jumlah dibawah tersebut diatas, biasanya hanya dikenakan Provisi yang besarnya tergantung kepada Bank masing masing.

Dalam hal ini memang harus diakui, bahwa pengurusan Back to Back Bank Garansi cukup rumit dan memakan waktu. Oleh karena itu pada praktek banyak Pengusaha yang lebih memilih menunjuk Agen untuk menguruskannya.

Ini adalah peluang bagi seseorang yang mau berusaha menjadi Agen dalam pengurusan Back To Back Bank Garansi.

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.