Minggu, 14 Juli 2013

BJB Akuisisi Asuransi Staco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Bank Jawa Barat Banten Tbk (BJBR) akan mengakuisisi PT Asuransi Staco Mandiri. Rencananya, Bank BJB akan menyuntik  dana segar sebesar Rp 60 miliar untuk Staco. "Jadi BJB melakukan penyertaan modal," kata Ruhari, Direktur Utama Staco Mandiri, Selasa, (9/7/2013).
Saat ini, modal Staco berada di sekitar Rp 80 miliar. Dengan penyertaan modal Rp 60 miliar, maka nantinya BJB akan menjadi pemegang saham mayoritas. Ruhari menyebut, masuknya BJB ini akan menggerus kepemilikan para pemegang saham lama.
Berdasarkan laman situs Staco Mandiri, perusahaan asuransi umum ini dimiliki oleh Dana Pensiun Bank Mandiri Dua sebesar 62,79%, Yayasan Kesejahteraan Pensiunan Bank Dagang Negara yakni 7,66%, PT Tugu Pratama Interindo yaitu 6,86%, Dana Pensiun Pertamina 4,85%, Dana Pensiun karyawan Jamsostek 3,92%, Dana Pensiun karyawan Taspen 3,92%, Dana Pensiun Jasa Raharja 2,74%, Dana Pensiun PT Asuransi Jasa Indonesia 1,96 %, PT Quartasonni Puteri 2,87%, dan terakhir PT Asuransi Ramayana yakni 2,42%.
Ruhari bilang, pemegang saham lama sudah ada setuju dengan akuisisi BJB. Persetujuan ini nanti akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Proses akuisisi BJB terhadap Staco Mandiri ini rencananya akan berlangsung awal kuartal keempat tahun ini. Pihak Staco Mandiri pun terus melakukan komunikasi secara intens dengan bank pembangunan daerah (BPD) asal Jawa Barat tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan modal minimum perusahaan asuransi Rp 100 miliar untuk konvensional dan Rp 25 miliar untuk syariah tahun depan. Maka dengan suntikan dana dari BJB, Ruhari yakin modal Staco Mandiri akan melebihi ketentuan minimum tersebut pada 2014.
Setelah menjadi milik BJB, Staco akan menggenjot potensi pasar di Jawa Barat. Tahun ini, Staco Mandiri akan menambah 3 cabang baru yakni di Cirebon, Cilegon, dan Tasikmalaya. Ini akan menggenapkan cabang Staco Mandiri akan menjadi 20 unit.
Ruhari menyebut bahwa produk unggulan pada Staco Mandiri yakni personal accident plus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Produk tersebut digabung dengan asuransi jiwa untuk kematian secara normal. Meski begitu, perolehan premi terbesarnya yakni 45% masih diraih dari asuransi kebakaran. Selanjutnya, kendaraan yakni 16%. Lalu general accident termasuk pengangkutan uang oleh perbankan yaitu sekitar 10%.
Premi yang berhasil Staco Mandiri kumpulkan mencapai Rp 35 miliar per Mei tahun ini. Jumlah tersebut tumbuh 29% dari Rp 27 miliar di periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir tahun ini, Staco Mandiri berharap dapat menerima premi Rp 90 miliar. Target tersebut meningkat 12% dari premi tahun lalu Rp 80 miliar.
Pada semester pertama ini, Staco Mandiri telah mengantungi laba Rp 7 miliar. Pertumbuhannya bahkan melonjak 250% dari Rp 2 miliar di periode yang sama tahun lalu. "Periode kemarin turun karena ada faktor krisis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang rendah. Sehingga hasil investasinya rendah," kata Ruhari.
Ia meyakini pertumbuhan yang lebih baik dapat terlaksana tahun ini. Hingga akhir 2013, Staco Mandiri yakin dapat meraup laba Rp 10 miliar. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat 25% dari raihan laba akhir tahun lalu, Rp 8 miliar. (Annisa Anindya Wibawa)

Sumber: Tribunnews
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.