Rabu, 30 Oktober 2013

AIG Perluas Jalur Distribusi Asuransi Mikro

Metrotvnews.com, Jakarta: PT AIG Insurance Indonesia menjajaki kemitraan dengan retailer untuk memasarkan produk asuransi mikro di Tanah Air. Rencana itu akan direalisasikan di 2014.

"Mini market yang memiliki 7.000 outlet di Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai Rp4juta setiap hari," ujar Agus Amir, Head of Sharia and Micro Insurance AIG dalam workshop asuransi mikro AIG Insurance di Hotel Atlet Century Park, Selasa (8/10).

Dia mengungkapkan AIG Insurance Indonesia juga memiliki rencana bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk menawarkan produk asuransi mikro. Hal itu mempertimbangkan penetrasi industri komunikasi di Indonesia.

"Alat komunikasi bukan lagi menjadi barang mewah bagi masyarakat," jelas Agus.

Kedua kemitraan itu akan meningkatkan penetrasi asuransi mikro di Indonesia. Selain, efektivitas untuk distribusi produk perlindungan.

Adapun, AIG Insurance Indonesia sebelumnya mendistribusikan produk asuransi melalui kerja sama dengan lembaga keuangan mikro, antara lain koperasi, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan BPR Syariah. Perlindungan diberikan kepada nasabah yang membutuhkan pinjaman ataupun menabung.

AIG Asuransi Mikro ditawarkan dengan premi sebesar Rp100 ribu per tahun atau setara Rp8.500 per bulan. Produk itu memiliki perlindungan yang komprehensif, seperti rawat inap hingga Rp100 ribu setiap hari. Kemudian, pembedahan sebesar Rp1 juta per tahun. Serta, santunan kematian akibat kecelakaan dan sakit.

Untuk asuransi mikro, kata Agus, AIG Insurance Indonesia memfokuskan perlindungan kesehatan, kecelakaan, dan meninggal dunia. Selain, perluasan proteksi pada banjir, kebakaran, dan gempa bumi.

AIG Insurance Indonesia menargetkan jumlah nasabah asuransi mikro sebanyak satu juta nasabah pada periode Januari-Desember 2013. Pada kuartal III tahun ini, kenaikan pemegang polis atau premi asuransi mikro meningkat 35%.

"Realisasi 2012 lalu, jumlah nasabah asuransi mikro AIG Insurance Indonesia sekitar 600 ribu," jelas Agus.

Peningkatan itu akan berkontribusi bagi pendapatan ritel AIG Insurance Indonesia. "Kontribusi asuransi mikro ke AIG Insurance Indonesia bagi bisnis ritel sekitar 3%," ungkapnya.

Sementara itu, Program Manager Microfinance Innovation Center For Resources dan Alternatives (MICRA) Erlyn Shukmadewi mengungkapkan rendahnya penetrasi asuransi mikro disebabkan keterbatasan produk asuransi mikro oleh penyedia. Di sisi lain, produk asuransi mikro didominasi oleh credit life.

"Mekanisme kerja sama yang kurang menarik dengan berbagai jalur distribusi," terangnya.

Ia menuturkan pendapatan rumah tangga sebesar US$1.000 hingga US$5000 merupakan target market untuk lembaga keuangan mikro (LKM). Kemudian, di atas US$5.000 merupakan target bank umum.

Sedangkan, jalur distribusi asuransi mikro di Indonesia, antara lain LKM, perbankan, dan agen asuransi.

LKM memiliki layanan langsung kepada masyarakat, baik itu produk dan jasa keuangan. Serta memiliki infrastruktur, antara lain kantor, tenaga kerja, dan teknologi informasi (TI).

Head of Customer AIG Insurance Indonesia Philippe Danielski menambahkan pihaknya memiliki komitmen untuk melayani masyarakat dengan solusi perlindungan yang terjangkau. "AIG Indonesia membuka kesempatan bagi mitra, sehingga kesadaran berasuransi semakin meningkat dan masyarakat memilki perlindungan," tambahnya. (Wibowo)

Sumber: Metrotvnews


Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.