Sabtu, 26 Oktober 2013

Insurance Day 2013: Selagi Kamu Muda

http://adf.ly/YDwRc
Laki-laki muda itu baru saja menikah, setelah dua tahun bekerja dan sebelumnya lulus dari suatu perguruan tinggi di Yogyakarta. Sekarang bekerja di Jakarta. Dia menelepon temannya, menanyakan mana perusahaan asuransi jiwa yang sehat dan aman untuk berasuransi.
Ia dan isterinya, yang juga lulusan suatu perguruan tinggi dan bekerja juga, sedang merencanakan asuransi pendidikan untuk anaknya yang baru berumur beberapa bulan. Mereka mengatakan, bahwa biaya pendidikan semakin lama semakin tinggi –apalagi untuk perguruan tinggi yang bermutu.
***
Seorang wartawati suatu harian terkenal di ibukota menelepon rekan satu profesinya di penerbitan lain yang biasa meliput kegiatan bisnis asuransi. Wartawati tersebut mengatakan bahwa ditawari oleh suatu perusahaan asuransi jiwa, dia tinggal menyetor Rp100 juta dan akan mendapatkan semuanya: dari asuransi kesehatan, asuransi penyakit-penyakit kritis, asuransi kecelakaan diri, asuransi pendidikan untuk anaknya, hingga kalau ia meninggal dunia, dan sebagainya. Ia harus bagaimana? Ia berminat sekali untuk ikut program asuransi tersebut, dan apakah tidak apa-apa bila ia bayar premi sekaligus seperti itu?
***
Seorang pengusaha muda yang usahanya tampak lancar mengungkapkan bahwa ia sudah mengasuransikan kegiatan bisnis rumahannya dan juga untuk kesehatannya. Ia mengungkapkan bahwa baru tahu ternyata banyak program asuransi yang lengkap untuk dirinya dan keluarganya, yang sedang merintis bisnis yang digelutinya setelah keluar dari pekerjaan di kantoran. Sekarang, ia mengatakan, semakin bersemangat dan optimistis dalam bisnisnya walaupun mungkin ada kejadian yang tidak diinginkan. Karena ia sudah mengasuransikan bisnis dan dirinya.
***
Contoh-contoh di atas dapat diperpanjang. Yang jelas, sekarang ini tampaknya asuransi bukan sesuatu yang asing lagi di masyarakat Indonesia –lebih-lebih di kelas menengah ke atas. Bahkan, sebagian penduduk dengan usia yang lebih muda tampaknya juga sudah mengenal asuransi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), per Februari 2013 jumlah orang Indonesia dengan umur 15 tahun ke atas dan mempunyai pekerjaan utama mencapai setidaknya 114 juta orang. Jadi hampir separuh dari penduduk Indonesia yang ada, sebenarnya bekerja dengan pekerjaan utamanya.

Pertanyaan yang menarik adalah apakah mereka yang sudah bekerja dengan pekerjaan utama tersebut mengenal dan tertarik untuk berasuransi? Tampaknya, pengenalan asuransi kepada masyarakat di Indonesia masih harus terus-menerus dilakukan. Alasan yang paling jelas adalah di Indonesia bahkan belum ada asuransi yang wajib (compulsory) untuk diikuti oleh penduduk Indonesia. Bahkan, asuransi tanggung jawab kepada pihak ketiga (third party liability) yang di Malaysia dan Singapura diwajibkan bagi pemilik kendaraan bermotor,

sampai saat ini belum diberlakukan. Sehingga kalau terjadi kecelakaan di jalan raya, misalnya, lebih banyak ruwetnya dalam penanganannya.

Atau, kewajiban untuk mempunyai asuransi kesehatan bagi para mahasiswa untuk mengikuti kuliah di suatu perguruan tinggi, juga sampai saat ini belum berjalan. Padahal, di negara-negara industri maju –bahkan di beberapa negara tetangga kita– kewajiban mempunyai asuransi kesehatan bagi mahasiswa yang kuliah di suatu perguruan tinggi sudah diberlakukan.

Nah, perayaan Insurance Day 2013 membidik kaum muda yang berusia 18 tahun sampai 25 tahun. Sedangkan tagline Insurance Day 2013 adalah “Selagi Kamu Muda, Mari Berasuransi”.

Menurut Ketua Panitia Insurance Day 2013 Christian Wanandi, kegiatan ini merupakan momen tepat untuk mulai mengenalkan literasi keuangan kepada kalangan anak muda sebagai usia produktif. “Namun tetap mengusung tema utama yakni ‘Asuransi Untuk Semua’,” jelasnya.

Ini untuk kedelapan kalinya Insurance Day dirayakan di Indonesia sejak 2006. Insurance Day 2013 tidak hanya dirayakan di Indonesia, tapi juga dirayakan secara bersamaan di 12 kota yang ada di kawasan Asia. Kotakota tersebut tergabung dalam Member Cities di East Asian Insurance Congress (EAIC), yaitu Bandar Seri Begawan, Bangkok, Hong Kong, Jakarta, Kuala Lumpur, Macau, Manila, Phnom Penh, Seoul, Singapore, Taipei and Tokyo.

Harapannya adalah dengan Insurance Day 2013 ini, masyarakat Indonesia lebih mengenal asuransi sehingga hidup dan kehidupannya lebh baik –atau setidaknya bertahan sama– karena risiko-risiko yang ada sudah dikelola oleh perusahaan asuransi jiwa maupun asuransi umum. Selamat Insurance Day 2013. Mucharor Djalil



 



 

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.