Jumat, 25 Oktober 2013

Sambut Perusahaan Asuransi Asing Dengan Intelektualitas

JAKARTA — Menghadapi persaingan yang sangat ketat, pihak pelaku industri asuransi harus mengantisipasi dengan cara berpikir yang modern dan dewasa (holistik). Mengingat, ditengah persaingan industri harus tumbuh sehat.

“Indonesia kini menjadi negara yang sedang diincar banyak negara untuk memperluas jaringan bisnisnya, termasuk asuransi,” jelas Agus Benjamin, Pengurus Departemen Hubungan Internasional, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), di Kantor AAUI Jumat (18/10), menyongsong diselenggarakannya “Indonesia Rendezvous” ke 19 di Bali yang berlangsung 23 – 26 Oktober 2013.
Keinginan masuknya perusahaan baru asuransi ke Indonesia, lanjutnya, harus disikapi secara intelektual, agar industri asuransi Indonesia tetap tumbuh dan sehat.

Maksudnya, para pelaku industri dalam menghadapi pertumbuhan asuransi harus memiliki wawasan, membuat strategi yang tepat untuk membantu industri ini tumbuh dan percaya diri.

Menjawab pertanyaan tentang ketatnya persaingan, ia menjelaskan, berpulang pada kondisi yang ada dalam Indonesia Rendezvous di Bali nanti, topik utama menyangkut persaingan, yaitu “Out Of The Box Thinking to Establish Healthy Insurance Industri in New Wave Competition”.

Lebih jauh tentang persaingan, diakui, saat ini di pasar Asuransi Umum Indonesia, terjadi dilini usaha properti. Para pelaku bisnis menyikapi permasalahan ini dengan menurunkan tarif premi, sehingga mengakibatkan turunnya pendapatan, maupun keuntungan bahkan menimbulkan kerugian.
Karenanya, di Bali nanti, tawaran yang disajikan berbeda dengan mengajak para pelaku industri asuransi untuk berpikir out of the box. Sebagai upaya menyelesaikan permasalahan klasik ini, jadi tidak hanya dari segi supply dan demand semata.

Soal peserta lanjutnya, selain CEO jajaran direksi ataupun perwakilan dari perusahaan asuransi dan reasuransi, dalam serta luar negeri, peserta Indonesia juga meliputi rekanan bisnis industri asuransi.
Mereka masing-masing dari teknologi informasi (IT), pelatihan dan sebagainya. Rencananya yang hadir sekitar 456 orang dari 11 negara.





 

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.