Jumat, 22 November 2013

Tahun Politik Bagus untuk Industri Asuransi

JAKARTA — Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simanjuntak mengatakan, ditahun 2014 tidak dipungkiri Indonesia akan menghadapi banyak peristiwa besar, diantaranya adalah pemilihan legislatif baru, pemilihan presiden baru, yang nantinya mengisi pemerintahan baru.

Ajang kegiatan politik yang datang itu, memberi kesempatan perusahaan asuransi untuk bertumbuh. “Ajang politik yang diselenggarakan pada 2014 mendatang, bisa dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan asuransi untuk terus bertumbuh,” kata Kornelius, yang ditemui disela-sela ”Insurance Outlook 2014: Bisnis Asuransi di Tahun Politik”, Rabu, (20/11).

Ia menambahkan, pegiat asuransi harus bisa menggarap potensi, dari pesta demokrasi yang tiap lima tahun tersebut. Bukan hal yang tak mungkin, anggota partai politik mengikutkan anggotanya, pada asuransi. Kondisi ini, pihaknya memperkirakan, pertumbuhan industri asuransi ditahun 2014 berkisar 15 persen- 20 persen.

Hal ini kata Kornelius, pertumbuhan perekonomian Indonesia ditahun ini dan tahun depan, diprediksi lebih membaik. Ini sebagai akibat munculnya pertumbuhan kelas menengah yang semakin menggeliat, dan semacamnya, pada akhirnya akan terus mendorong akselerasi terhadap perusahaan asuransi di Indonesia.

“Kami tetap optimis, karenanya pihak asuransi perkirakan bisnis ini akan terus bertumbuh. Jadi, memang tahun depan dengan potensi yang ada itu, industri asuransi tetap tumbuh,”ujarnya seraya menambahkan,kita memperkirakan 20 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim, mengatakan, pihaknya juga tetap optimis. “Industri asuransi jiwa tidak perlu merisaukan kondisi politik akibat Pemilihan Presiden 2014. Karena pertumbuhan asuransi jiwa di 2014 diperkirakan mencapai 20 sampai 30 persen,” ujarnya. 

Angka tersebut kata Hendrisman, lebih tinggi dari prediksi pertumbuhan hingga akhir 2013 yakni 15 hingga 20 persen. Seperti yang terlihat pada total pendapatan premi kuartal II tahun ini, mencapai Rp 57,59 triliun, tumbuh 14,48 persen dari kuartal 2012 Rp50,31 triliun. Total klaim di periode yang sama mencapai Rp 35,37 triliun, naik 21,81 persen dari Rp29,04 triliun. 

Indonesia, tambahnya, masuk dalam tiga negara dengan penetrasi industri asuransi terendah di Asia dengan 1,1 persen, diikuti Filipina 0,8 persen dan Vietnam 0,7 persen. Sedangkan tiga negara di Asia dengan penetrasi asuransi terbesar, yakni Hong Kong 10,1 persen, Jepang 8,8 persen dan Korea Selatan 7 persen.

Sumber: Harianterbit
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.