Selasa, 21 Januari 2014

OJK: Belum ada klaim asuransi banjir Jakarta


Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Salah satunya, asuransi bencana. Ini mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar terjadinya bencana, karena struktur geografisnya.

Kendati demikian klaim asuransi bencana banjir khususnya di Ibukota Jakarta pada tahun ini diperkirakan tidak sebesar banjir tahun-tahun sebelumnya. Khususnya pada 2007, di mana pada saat itu masuk siklus banjir lima tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non Bank OJK, Firdaus Djaelani, mengatakan hingga saat ini belum menghitung klaim bencana banjir tahun ini. Lantaran banjir diperkirakan masih akan terjadi hingga Februari.
"Butuh waktu ya sekitar 1-2 bulan, setelah itu ada pengajuan klaim kepada perusahaan asuransi, baru kita hitung," ujarnya saat acara 'Economy Outlook 2014' di Graha Niaga, Jakarta, Senin (20/1).

Menurut dia, perusahaan asuransi baru dapat merekapitulasi klaim sekitar 2-3 bulan ke depan. "Pemilik asuransi kebanyakan baru mengklaim asuransinya pada periode tersebut," jelas dia.

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) belum menghitung potensi klaim akibat banjir tahun ini untuk wilayah Jabodetabek. Tahun lalu, bencana tahunan itu menelan dana klaim hingga Rp 3 triliun.
Sedangkan untuk banjir yang sudah mulai menggenangi ibu kota sejak pekan lalu, pelaku industri asuransi masih menanti redanya hujan besar. Dari perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan lebat bakal menurun pada pertengahan Februari mendatang.

"Tahun ini banjir belum selesai, hujan besar sampai pertengahan Februari, nanti Maret baru bisa kita lihat," kata Ketua Umum AAUI Cornelius Simanjuntak di Jakarta.

Kendati belum menghitung potensi kerugian, AAUI sudah mengimbau seluruh anggotanya agar menyediakan dana ekstra khusus buat menangani klaim terkait banjir. Sekilas, Cornelius berharap tingkat klaim tidak akan separah tahun lalu.


Sumber: Merdeka
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.