Selasa, 27 Mei 2014

Jangkau Masyarakat Kecil, OJK Bakal Buat Asuransi Generik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai upaya mendukung inklusi finansial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan-perusahaan asuransi untuk membuat produk asuransi mikro. Asuransi ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga premi yang ditawarkan pun sangat kecil.

Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Muhammad Muchlasin mengatakan, OJK bersama asosiasi-asosiasi asuransi akan segera membuat produk asuransi generik bersama. Hal ini untuk meminimalisir kendala yang ditemukan saat perusahaan secara individu menjual produk asuransi mikro.

"Ketika jalan sendiri-sendiri kurang maksimum. Belum banyak yang paham asuransi umum. Makanya bersama asosiasi-asosiasi, kami sedang berusaha membuat produk asuransi generik bersama. Ini sudah jalan 3 sampai 4 bulan. Harapan kami Juni bisa diluncurkan," kata Muchlasin di Kantor Pusat OJK, Jumat (16/5/2014).

Muchlasin mengungkapkan, untuk merancang produk-produk asuransi mikro, OJK melakukan survei bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain, termasuk Bank Dunia. Dari survei tersebut, OJK menemukan beberapa produk asuransi mikro yang kehadirannya sangat diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Asuransi kecelakaan diri banyak juga peminatnya, terutama tukang ojek. Asuransi mudik juga. Lalu ada yang minta asuransi jiwa berjangka dan asuransi stok kegiatan usaha, misalnya kalau pasar kebakaran, gempa, ditutup. Lalu ada asuransi kebakaran tempat tinggal," jelas dia.

Lebih lanjut, Muchlasin mengatakan pihaknya saat ini mendorong perusahaan asuransi untuk dapat membuat produk asuransi mikro. Saat ini, ia mengestimasi, sudah terdapat setidaknya 25 perusahaan asuransi yang menjual produk asuransi mikro.

"Ada 25 perusahaan yang menjual produk asuransi mikro, 11 perusahaan asuransi jiwa dan 14 perusahan asuransi kerugian. Produknya ada 67. Ada perusahaan yang menjual produk asuransi demam berdarah, asuransi kebakaran, asuransi gempa, credit life, dan asuransi kecelakaan diri. Harapan kita dari 25 perusahaan itu bisa lebih banyak yang menjual," ujar Muchlasin.


Sumber: Kompas
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.