Jumat, 24 Juni 2016

"Jangankan Asuransi, Perbankan Saja Masih Banyak yang Tidak Tahu"

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kurangnya pengetahuan ditengarai menjadi penyebab minimnya masyarakat Indonesia menggunakan layanan asuransi. Industri asuransi disebut harus turut memikul tanggung jawab sosialisasi tentang asuransi, tak hanya mengandalkan pemerintah lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Warga negara Indonesia yang melek asuransi baru sedikit, apalagi dengan kondisi geografis negeri ini yang terdiri dari banyak pulau," ungkap Director Alternative Distribution Channels, Commonwealth Life, Pieter Wattimena, Selasa (21/6/2016).

Menurut Pieter, tanggung jawab sosialisasi mengenai asuransi juga menjadi tugas dari industri yang berkecimpung di produk proteksi ini.

"(Sosialisasi) tidak hanya tugas OJK tapi juga industri asuransi,” tegas Pieter yang ditemui seusai buka bersama Commonwealth Life dengan anak yatim di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan layanan asuransi, lanjut Pieter, juga berawal dari masih terbatasnya pengetahuan mengenai jasa perbankan.

“Jangankan asuransi, masih banyak orang-orang di pelosok daerah yang masih belum tahu tentang perbankan," tutur Pieter.

Wujud ketidakpahaman soal asuransi ini, kata Pieter, muncul dalam aneka bentuk, termasuk anggapan bahwa asuransi mahal. Padahal, mahal atau tidak itu relatif, dihitung dari kebutuhan yang akan di-cover asuransi.

“Mahal itu tergantung dari kebutuhan kita. Anak-anak yang baru bekerja, kebutuhan untuk risikonya tidak terlalu besar. (Sebaliknya), semakin bertambah usia, kebutuhan lebih meningkat karena risiko terkena penyakit dan kematian juga bertambah,”  papar Pieter.

Pieter menjelaskan, pada dasarnya asuransi menanggung tiga risiko utama, yaitu meninggal terlalu cepat, sakit berkepanjangan, dan perlindungan hari tua. (Baca: Alternatif... Biar Libur Lebaran Tak Menyebalkan).

“Regulator dan industri asuransi punya pekerjaan rumah (PR) berat agar sosialisasi terhadap tiga hal itu sampai ke seluruh masyarakat,“ tegas Pieter.

Sementara itu, President Director Commonwealth Life, Simon Bennet yang juda hadir dalam acara buka puasa bersama itu mengatakan, rendahnya minat masyarakat Indonesia terhadap asuransi justru menjadi motivasi bagi Commonwealth Life untuk terus berkarya di negeri ini.

"Kondisi itu membuat kami terus yakin untuk terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asuransi bagi masa depan keuangan masyarakat Indonesia," kata Simon.

Menurut Simon, asuransi dapat menjadi fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan menggunakan asuransi, kata dia, masyarakat bisa mengantisipasi risiko kegagalan pada masa mendatang dan tetap bisa melanjutkan kehidupan saat risiko buruk terjadi.

"Asuransi dapat memberikan perlindungan jangka panjang untuk masyarakat Indonesia dalam menjalani setiap tahapan kehidupan. Asuransi juga dapat membantu mencapai tujuan keuangan yang diinginkan," kata Simon.

Selain mengadakan acara buka puasa bersama anak yatim piatu, Commonwealth Life juga memberikan bantuan asuransi jiwa senilai Rp 500 juta kepada 50 anak dari yayasan Yatim Istaqim Jakarta.

Sumber: Kompas
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.