Sabtu, 06 Mei 2017

BTN bentuk dua anak usaha asuransi tahun ini

JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyiapkan anggaran sebesar Rp 700 miliar untuk memantapkan rencana anorganik perseroan pada tahun ini. Dengan anggaran tersebut, BTN berencana membentuk dua anak usaha asuransi, yakni asuransi jiwa dan asuransi umum.
Direktur Keuangan dan Tresuri BTN, Iman Nugroho Soeko menyebut, untuk asuransi umum pihaknya akan mengakuisisi PT Asuransi Binagriya Upkara. Sementara untuk asuransi jiwa, BTN akan menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
"Khusus untuk asuransi jiwa, kami joint dengan Jasindo untuk buat baru. Porsi kepemilikan nantinya BTN akan lebih besar karena captive market-nya lebih banyak BTN," kata Iman di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/5).
Iman menjelaskan kemungkinan kepemilikan di atas 50% , karena perusahaan asuransi tersebut untuk menjaring nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) BTN. Selain itu, ia meyakini, rencana perseroan membentuk anak usaha asuransi ini tidak perlu menunggu rencana holding perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor keuangan.
Asal tahu saja, selain berencana membentuk anak usaha asuransi, bank yang fokus di pembiayaan perumahan ini juga akan mencaplok dua anak usaha PT Danareksa (Persero), yaitu PT Danareksa Investment Management dan PT Danareksa Finance.
Tujuan mencaplok saham Danareksa Investment Manajemen untuk mengelola dana hasil dari iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Sementara, Danareksa Finance akan didorong untuk mengembangkan pembiayaan KPR berbasis mikro.
Selain itu, Iman juga menyebut, lewat pembentukan anak usaha ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan laba perseroan khususnya dari sisi pendapatan berbasis komisi atau fee based income.
Sebagai informasi, BTN mencatatkan kinerja positif per kuartal I 2017, tercermin dari pertumbuhan laba bersih sebesar 21,03% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 594 miliar. Sementara dari sisi kredit tumbuh 18,71% yoy menjadi Rp 169,69 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 20,02% yoy menjadi Rp 157,42 triliun per akhir Maret 2017.

Sumber: Kontan
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.