Kamis, 16 Mei 2013

Konsep EML - Estimated Maximum Loss

Oleh: Afrianto Budi P, SS MM

Konsep EML didasarkan pada kebutuhan asuransi/underwriters untuk mengetahui potensi risiko pada suatu objek pertanggungan. Dengan demikian, pihak asuransi dapat menyesuaikan kapasitas  risiko atau kapasitas yang tersedia dan menetapkan limit.

Tim risk survey atau yang disebut dengan engineer melakukan penilaian untuk menyiapkan EML berdasarkan pada:
- Rincian nilai pertanggungan untuk Property Damage (PD)
- Nilai Business Intteruption (BI) dan ketergantungan / interdependencies
- Penilaian fisik dari suatu fasilitas, yaitu COPE (Construction, Occupancy, Protection, Exposure)
- Ragam model dan alat
- Pengalaman seorang engineer itu sendiri

Ada setidaknya empat asumsi dari insiden kerugian, yaitu:
1. Normal Loss Expectancy (NLE) – segala sarana proteksi atau alat pencegahan risiko berjalan dengan baik
2. Estimated Maximum Loss (EML) – Terjadi jika sistem pengaman utama gagal menjalankan fungsinya
3. Maximum Foreseeable Loss (MFL) – Semua sistem proteksi gagal menjalankan fungsinya
4. Amount Subject – Kehancuran total karena segala sesuatunya tidak dapat diatasi dan diselamatkan

Level dari Loss Expectancy dapat dilihat pada grafik di bawah ini:


Estimated Maximum Loss (EML)

Estimated Maximum Loss (EML) adalah yang paling sering digunakan. EML ini memiliki beberapa istilah lain yang meliputi:
- Probable Maximum Loss (PML)
- Possible Maximum Loss (PML)
- Maximum Probable Loss (MPL)
- Maximum Foreseeable Loss (MFL)
- Tidak ada definisi umum dan baku di pasar internasional

Estimated Maximum Loss (EML)
m
engandaikan kerugian paling parah karena kebakaran atau ledakan dari suatu insiden tunggal. Hal tersebut mengandaikan bahwa pada saat kejadian, ada satu sistem proteksi utama yang gagal beroperasi. Hal ini hanya menyangkut proteksi yang bersifat pasif, seperti jarak, pembatas tahan api, dan semua perlindungan dari risiko yang efektif.

Berbeda dengan EML, Maximum Foreseeable Loss (MFL) mengandaikan adanya kerugian paling parah karena kebakaran atau ledakan yang berasal dari satu insiden tunggal. Diandaikan bahwa pada saat kejadian, semua sistem proteksi tidak berfungsi. Hal ini hanya menyangkut proteksi yang bersifat pasif, seperti jarak, pembatas tahan api, dan semua perlindungan dari risiko yang efektif.

Ada dua komponen utama dalam suatu kerugian, yaitu property damage dan business interruption. Dalam penjabaran selanjutnya, akan saya jelaskan mengenai dua komponen tersebut.
- property damage 
- business interruption

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.