Akademi Asuransi

Dokumen Trade Credit Insurance (TCI) atau Askredag

Trade Credit Insurance (TCI) atau Asuransi Kredit Dagang (Askredag) adalah asuransi yang memberikan proteksi atas Account Receivable (Piutang dagang) dari resiko tidak dapat tertagih (Non Payment) yang disebabkan oleh commercial risk maupun maupun political risk.

Berikut ini adalah beberapa dokumen yang diperlukan agar asuransi dapat memproses permintaan penutupan TCI atau askredag:

Application Form

Setipa asuransi memiliki application form tersendiri. Secara umum, application form ini berisi pertanyaan mengenai:
  • Besar Insurable Turnover (Penjualan secara open account/ kredit) selama tiga tahun terakhir, bukan Gross Turnover (Penjualan keseluruhan : pembayaran secara cash, LC)
  • Pengalaman Bad Debt selama 3 tahun terakhir
  • 10 nama Buyer baik export dan domestic atau export saja,
  • Lengkap nama perusahaannya (PT/CV), alamat lengkap dan detail termasuk PO Box serta no yang bisa dihubungi
  • TOP (Payment Term) yang diberikan kepada masing-masing buyer
  • Penjualan secara open account masing-masing buyer selama 1tahun
  • Credit Limit yang diajukan untuk masing-masing buyer sesuai dengan TOP/Payment Term nya

Payment History

Minimal 6 bulan sd 12 terakhir untuk masing-masing buyer yang akan diasuransikan. Biasanya asuransi memiliki batasan untuk melakukan penelitian terhadap semua buyer. Nah, rata-rata si hanya mampu untuk menganalisa 10 buyer terbesar.

Aging Report dari masing-masing buyer yang diajukan juga harus dikirimkan. Anda perlu meminta form Payment history dan aging report ke asuransi yang Anda inginkan.
 
Di bawah ini adalah New Business Prospect Criteria sebagai dasar identifikasi yang layak dan juga comply dengan pihak Commercial Underwriting dan Risk Parameters kebanyakan asuransi:




Asuransi mana saja yang support trade credit insurance?

Kita bisa menyebutkan beberapa asuransi, yaitu:
  • Asuransi Sompo
  • Asuransi Sinar Mas
  • Asuransi Central Asia

Share:

Susunan Direksi ACA yang Baru

Siapa direktur baru ACA


Di pertengahan bulan Juni 2020, ada berita menggembirakan dari PT Asuransi Central Asia (ACA). Beberapa karangan bunga ucapan selamat berada di lobby gedung Wisma Asia. ACA memiliki direktur utama yang baru, yaitu Ibu Juliati Boddhiya. 

Berdasarkan website ACA (www.aca.co.id), susunan dewan direksi ACA yang lama adalah sebagai berikut:

 Direktur Utama          Teddy Hailamsah 
 Direktur   Juliati Boddhiya        
 Direktur   Arry Dharma
 Direktur   Debie Wijaya

Saat ini, Akademi Asuransi belum memiliki susunan direksi ACA yang baru. Artikel ini akan diupdate jika sudah ada susunan terbaru ACA yang definitif. Meski belum ada susunan direksi terbaru, Akademi Asuransi menyampaikan ucapan selamat untuk direktur utama, Ibu Juliati Boddhiya.

ACA adalah Perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum. ACA berdiri sejak 29 Agustus 1956. Di awal berdirinya, ACA berkantor di Jalan Asemka No. 28 Jakarta. Kemudian sempat beberapa kali mengalami perpindahan sebelum akhirnya menetap di Wisma Asia, Jakarta sejak 1998 hingga sekarang.

Setelah lebih dari setengah abad (63 tahun) ACA tumbuh secara konsisten dan sudah memiliki 1 kantor pusat, 2 kantor pusat operasional, 41 kantor cabang, 22 kantor perwakilan, dan 4 kantor perwakilan Unit Layanan Asuransi Syariah (ULAS) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga 2019, ACA memiliki 1.585 karyawan. 

ACA merupakan salah satu Perusahaan Asuransi Umum lokal dengan jumlah aset terbesar, di mana pada tahun 2018 mencapai Rp 9,40 triliun. Per 31 Desember 2018 permodalan yang dimiliki ACA mencapai Rp 4,49 triliun dan Rasio Pencapaian Solvabilitas per 31 Desember 2018 adalah sebesar 205,54%, jauh melebihi batas minimal ketentuan pemerintah 120%.

Semoga, di tangan Ibu Juliati, ACA semakin maju dan berkembang. Sukses untuk Asuransi Central Asia.

Share:

Perbedaan Polis HE dan CPM

Sumber Gambar:  Ritchie Bros. Auctioneers

Banyak orang sering beranggapan bahwa antara HE dan CPM merupakan hal yang sama. Ada yang berkata bahwa keduanya itu asuransi yang sama, cuma beda nama. Namun benarkah demikian? Yuk kita ulas.

Heavy Equipment (HE)

HE merupakan akronim dari Heavy Equipment. Dari istilahnya, asuransi HE berarti asuransi yang menjamin risiko-risiko terhadap peralatan yang berat (heavy - equipment). Yup, benar. Heavy Equipment merujuk pada kendaraan heavy duty, yang didesain khusus untuk melakukan pekerjaan konstruksi, dan sebagian besar terkait dengan pekerjaan tanah / bumi. 

Polis Asuransi Heavy Equipment tidak memiliki wording yang standar, alias tailor made. Semua asuransi bisa membuat wording Heavy Equipment dengan jaminan a-la mereka. Karena itu, jaminannya bisa sangat luas maupun sangat standar. Kebanyakan, polis HE merupakan named-perils policy; hanya menjamin risiko-risiko yang disebutkan dalam polis. Anda perlu membaca wordingnya sebelum menyimpulkan luas jaminan polis HE Anda.

Seperti halnya asuransi kendaraan bermotor, umumnya periode asuransinya satu tahun. Para owner dari alat berat berpikir bahwa dipakai dalam proyek atau tidak tetap ada risiko. Makanya yaudah diasuransikanlah setiap tahun dan secara terus menerus diperpanjang.

Hal yang mencolok berbeda adalah pada basis of indemnity / basis of settlement ketika terjadi klaim. Dalam polis HE, baik partial loss maupun total loss menggunakan market value. Market Value secara teori berarti harga unit yang sudah terkena depresiasi alias penyusutan (NRV - Depresiasi). Efeknya, pada setiap perbaikian yang dilakukan akan memperhitungkan depresiasi sehingga nilai ganti rugi yang diterima oleh tertanggung tidak maksimal.


Contractor's Plant & Machinery (CPM)

Dari namanya, polis CPM menjamin risiko-risiko yang terjadi pada kendaraan dan mesin-mesin yang digunakan oleh kontraktor. Dari segi interest insured, CPM dan HE menjamin objek pertanggungan yang sama. Meski demikian, polis CPM ini didesain untuk menjamin perlengkapan, kendaraaan, atau mesin yang digunakan dalam sebuah proyek konstruksi. 

Contractor's Plant and Machinery Insurance memiliki wording standard dari Munich-Re. CPM merupakan polis all risk. Dalam polis all risk, yang perlu Anda lihat sebagai nasabah adalah pengecualian-pengecualian polis tersebut. Pastikan saja bahwa pengecualian polis tersebut tidak bertentangan dengan jenis proyek yang sedang Anda kerjakan.

Periode polis CPM bisanya mengikuti periode konstruksi yang diperjanjikan antara kontraktor dan pemilik proyek. Karenanya, tidak jarang Anda akan menemui polis CPM yang periodenya dua sampai tiga tahun. Jika pekerjaannya melebihi time schedule, maka Anda bisa mengajukan perpanjangan periode asuransi. Ini hal yang wajar. 

Dalam polis CPM standar munich re wording, dasar penyelesaian ganti ruginya adalah New Replacement Value (NRV) untuk partial loss. Jadi, perbaikan atau penggantian spare part yang terjadi akan menggunakan harga baru, lengkap dengan biaya pengiriman, pajak pengiriman,  cukai, biaya pemasangan, dan lain-lain. Meski demikian, untuk total loss, penggantian kerugian tetap memperhitungkan nilai depresiasi.

Nahh, itulah perbedaan antara polis HE dan CPM. Kalau ada pertanyaan boleh tulis di kolom komentar ya.

Share:

Berbagai Jenis Crane dalam Heavy Equipment Insurance

Crane merupakan salah satu perangkat yang dijamin dalam polis Heavy Equipment ataupun Contractor's Plant & Machinery. Crane menjadi mesin alat berat yang harus diasuransikan karena risikonya yang sangat besar, baik terhadap alat tersebut maupun terhadap pihak ketiga.

Sebagai seorang underwriter, kita perlu mengenal lebih dalam mengenai jenis-jenis crane beserta fungsinya. Berikut ini jenis-jenis Crane yang kami rangkum dari OilAndAgasManagement.net.

1. Tower Crane



Tower crane merupakan pesawat pengangkat material atau mesin yang biasa digunakan pada proyek  konstruksi. Tower crane terdiri dari beberapa bagian yang dapat dibongkar pasang ketika digunakan sehingga mudah untuk dibawa kemana saja. Tower crane biasanya diangkut secara terpisah  menggunakan kendaraan (trailer) ke tempat proyek kemudian dipasang kembali di tempat proyek. Pemasangan tower crane ini termasuk cukup lama karena banyak bagian-bagian yang harus dipasang termasuk pembuatan pondasi tower crane.

2. Mobile Crane (Truck Crane)



Mobile Crane (Truck Crane) merupakan crane yang terdapat langsung pada truck sehingga dapat dibawa langsung pada pada lokasi kerja tampa harus menggunakan kendaraan (trailer). Crane ini memiliki kaki-kaki (pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, ini dimaksukkan agar ketika beroperasi crane menjadi seimbang.

3. Crawler Crane



Crawler crane merupakan kendaraan pengangkat material yang biasa digunakan pada lokasi proyek pembangunan dengan jangkaun yang tidak terlalu panjang. Crane ini memiliki roda-roda rantai (crawler) yang dapat bergerak ketika digunakan  dan digunakan pada berbagai medan. Untuk bisa sampai ke lokasi  crawler crane diangkut menggunakan truck trailer ke tempat lokasi dengan membongkar bagian ‘Boom’ menjadi beberapa bagian kemudian dipasang kembali pada lokasi proyek.

4. Hidraulik Crane



Umumnya semua jenis crane menggunkan sistem hidraulik (minyak) dan pheneumatik (udara)  untuk dapat bekerja. Namun secara khusus Hidraulik crane adalah crane yang biasa digunakan pada perbengkelan dan pergudangan dll, yang memilki struktur sederhana. Crane ini biasanya diletakkan pada suatu titik dan tidak untuk dipindah-pindah dan dengan jangkauan tidak terlalu panjang serta putaran yang hanya 180 derajat. Sehingga biasanya pada suatu perbengkelan/pergudangan terdapat lebih dari satu Crane.

5. Hoist Crane


Hoist Crane merupakan pesawat pengangkat yang biasanya terdapat pada pergudangan dan perbengkelan. Hoist Crane ditempatkan pada langit-langit dan berjalan di atas rel khusus yang yang dipasangi pada langit-langit tersebut. Rel-rel tadi juga dapat bergerak secara maju-mundur pada satu arah.

6. Jip Crane


Jip crane adalah pesawat pengangkat yang terdiri dari berbagai ukuran, jip crane yang kecil biasanya digunakan pada perbengkelan dan pergudangan untuk memindahkan barang-barang yang relatif berat. Jip crane memilki sistem kerja dan mesin yang mirip seperti ‘Hoist Crane’ dan struktur yang mirip ‘Hidraulik Crane’.
Share:

Asuransi Handphone, Gadget, atau Moveable All Risk?

Gadget Insurance. Sumber Gambar: https://hiconsumption.com/best-gadgets-for-men/

Gadget termasuk handphone alias hape, tablet, smartwatch, dan sejenisnya termasuk alat elektronik yang sangat bermanfaat bagi kita. Semakin banyak fitur yang dimiliki, harganya semakin mahal. Namun tidak jarang kita ceroboh dan menyebabkan gadget kamu terjatuh dan pecah. Lebih sial lagi, kalau hape kamu jatuh ke kloset atau ember saat kamu sedang asyik di toilet. Sudah bau, hape mati pula.

Nah risiko-risiko tersebut sebenarnya sangat bisa diatasi jika kami membeli asuransi handphone "hape" atau gadget insurance. Apa itu gadget insurance? Secara umum, gadget insurance adalah asuransi yang menjamin segala jenis kerusakan akibat terjatuh, terkena cairan, dan penjambretan dengan kekerasan terhadap gadget yang kamu miliki. Sebenarnya gadget insurance adalah bagian atau 'jelmaan' dari asuransi Movable All Risk.

Moveable All Risk
Moveable All Risks Insurance adalah asuransi yang menjamin risiko kerugian dan / atau kerusakan harta bergerak tertanggung dari sebab apapun (selain yang dikecualikan dalam polis) ketika properti berada di lokasi Tertanggung dan / atau saat bepergian di luar tempat,  di jalan dan / atau di lain tempat di seluruh Indonesia selama periode asuransi.

Barang yang dijamin
Properti apa saja sih yang biasa dijamin dalam Moveable All Risk? Banyak. Asal barang tersebut memang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bisa dijamin dalam Moveable All Risk. Contohnya:
- Gadget termasuk handphone, earphone, ipod, tablet, ipad, dll
- Laptop
- Kamera termasuk kamera go-pro
- Drone
- dan lain sebagainya
Harga unit yang diasuransikan biasanya dikenakan depresiasi. Hal ini karena jika terjadi klaim, asuransi akan menghitung nilai barang sesuai dengan harga pasar pada saat terjadinya kerugian.

Biasanya, asuransi akan membatasi jaminan moveable all risk ini spesifik pada risiko-risiko di bawah ini:
- Kerusakan akibat terjatuh
- Kerusakan akibat air atau cairan
- Kehilangan akibat perampasan dengan kekerasan
- kebakaran
- gempa bumi

Pengecualian
Berikut ini adalah pengecualian-pengecualian standar dari polis Moveable All Risk:
- Kerusakan internal (machinery breakdown)
- Kerusakan akibat perbaikan
- Kerusakan kosmetik seperti goresan atau baret
- Kesengajaan
- Penipuan
- Kehilangan secara misterius
- Pencurian tanpa kekerasan dan pemaksaan

Risiko Sendiri atau Deductible
Rata-rata asuransi menetapkan risiko sendiri 5% sampai 10% dari harga barang. Sangat jarang asuransi tidak mengenakan deductible. Asuransi menerapkan deductible dengan alasan:
- Supaya tertanggung lebih berhati-hati 
- Menghindari klaim yang nilainya sangat kecil
- Mengurangi risiko penipuan

Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa asuransi handphone atau gadget atau moveable all risk adalah asuransi yang sama. Meski demikian, ada produk yang menyebut Asuransi Gadget karena secara spesifik menjamin gadget. Asuransi handphone spesifik menjamin handphone. Demikian juga dengan drone, kamera, dan lain sebagainya. Jadi jangan bingung ya :D
Share:

Asuransi Ternak, Pertanian, dan Nelayan

Usaha peternakan sapi dilindungi pemerintah dengan asuransi. Gambar: TabloidSinarTani.com

Peternakan, pertanian, dan perikanan merupakan bidang usaha yang sebenarnya sangat rentan mengalami kerugian. Padahal, kebutuhan akan hasil pertanian dan perkebunan, perikanan dan peternakan seperti padi, jagung, ikan, dan daging merupakan kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia. Karena itu pemerintah mendorong asuransi untuk menyediakan perlindungan atas risiko-risiko yang mereka hadapi.

Asuransi Jasindo, yang merupakan asuransi pelat merah, memiliki produk yang bernama Jasindo Agri. Jasindo Agri merupakan suatu bentuk perlindungan kepada para petani, peternak dan Nelayan agar  mendapatkan kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan kegiatan mereka sehingga dapat memusatkan perhatian pada pengelolaan usahatani, peternakan dan usaha penangkapan ikan yang lebih baik, lebih aman dan lebih menguntungkan. 

 Perlindungan Asuransi Melalui Program Pemerintah
Sebagai perusahaan asuransi yang di tunjuk pemerintah sebagai pelaksana program, Jasindo Agri memiliki beberapa produk asuransi yang mendapat dukungan dari pemerintah antara lain:

1. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 
Memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman resiko gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, penyakit dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman.
a. Premi : Rp 180.000,- (bantuan pemerintah 80% premi menjadi Rp 36.000,-)
b. Pertanggungan : Maksimal harga pertanggungan Rp 6.000.000,- per hektar 
c. Kriteria petani : Petani penggarap atau petani pemilik lahan maksimal 2 hektar
d. Kriteria lahan : Lahan Irigasi atau lahan tadah hujan yg dekat dengan sumber air
e. Ganti rugi:    
- Umur padi sudah melewati 10 hari tanam (HST) 
- Umur padi sudah melewati 30 hari (tabela/gogo rancah) 
- Intensitas kerusakan ≥ 75% 
- Luas kerusakan ≥75% pada tiap petak alami 

2. Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS)
Memberikan perlindungan kepada peternak sapi dari ancaman resiko kematian akibat beranak, penyakit dan kecelakaan serta kehilangan akibat kecurian.
a. Premi : Rp 200.000,- (bantuan pemerintah 80% premi menjadi Rp 40.000,-)
b. Pertanggungan : Maksimal harga pertanggungan Rp 10.000.000,- per ekor sapi
c. Kriteria peternak : Peternak Pembibitan / Pembiakan & Peternak skala kecil yang diatur Undang-Undang
d. Kriteria Sapi :  
- Sapi Indukan / Sapi Betina 
- Usia produktif minimal 1 tahun 
- Memiliki Identitas jelas (eartag, cap bakar, kartu ternak, dll) 
- Sapi dalam kondisi sehat 
e. Ganti rugi : Sesuai Harga Pertanggungan dikurangi hasil penjualan daging (dalam hal sapi dilakukan potong paksa) 

3. Asuransi Nelayan
Memberikan perlindungan kepada nelayan dari ancaman resiko meninggal dunia baik di saat melakukan aktivitas penangkapan ikan maupun di luar aktivitas.
a. Premi : Rp 175.000,- (100% dibayar pemerintah)
b. Manfaat :  
- Santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan 
-Santunan kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan.
c. Kriteria nelayan : 
- Memiliki kartu nelayan yang masih berlaku
- Memiliki rekening tabungan atau membuat surat pernyataan kesanggupan memiliki rekekning tabungan.
- Menggunakan kapal penangkapan ikan berukuran paling besar 10 (sepuluh) Gross Tonnage (GT)
- Berusia maksimal 65 tahun* 

Perlindungan Asuransi Non Program Pemerintah
Selain program pemerintah, Jasindo juga menyediakan asuransi non program pemerintah. Perlindungan usaha pertanian ini meliputi asuransi usaha ternak sapi, usaha tani jagung, asuransi nelayan mandiri dengan memberikan perlindungan kepada peternak sapi dari ancaman resiko kematian akibat beranak, penyakit dan kecelakaan serta kehilangan akibat kecurian. Selain itu, produk asuransi ini juga memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman resiko gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, penyakit dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman. Asuransi ini juga akan memberikan perlindungan untuk nelayan dari ancaman resiko meninggal dunia pada saat melakukan aktivitas penangkapan ikan maupun di luar aktivitas tersebut. Syarat dan kondisi jaminan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dari nasabah

Share:

Asuransi Sepeda: Apa Jaminan Utama dan Perluasan?

Asuransi Sepeda (Bike Cycle Insurance) adalah asuransi yang menjamin kerugian dan atau kerusakan yang terjadi pada sepeda yang diasuransikan atas risiko-risiko yang dijamin dalam polis asuransi sepeda. Pada prinsipnya, asuransi sepeda tidak jauh berbeda dengan asuransi sepeda motor maupun asuransi kendaraan bermotor lainnya. Hanya saja, asuransi ini menjamin sepeda tidak bermotor seperti berbagai jenis sepeda gunung, sepeda balap, sepeda hybrid, sepeda BMX, dan sepeda lipat.

Jaminan asuransi sepeda antara lain:
  • Kerusakan akibat kecelakaan
  • Kerugian total akibat Pencurian
  • Kerusakan atau kehilangan dalam perjalanan maupun transit
  • Personal Accident dan Medical Expenses
  • Road service assistenace (bantuan darurat di jalan)
  • Personal liability & third party liability

Sepeda bisa sangat mahal. Sumber gambar: indiamart.com


Untuk mendapatkan perlindungan maksimal, Anda dapat meminta beberapa kebijakan sebagai berikut:
  • Jaminan perbaikan di bengkel resmi
  • Jaminan nilai penggantian dengan harga baru tanpa dikenakan depresiasi
  • Jaminan kecelakaan diri yang lebih besar daripada nilai sepeda
  • Jaminan kecelakaan diri untuk profesi pembalap sepeda
Di Indonesia, penyedia asuransi sepeda adalah PT Asuransi Sinar Mas atau PT Asuransi Simas Insurtech. Apakah ada asuransi lain yang mempunyai produk yang serupa? Silakan komentar di bawah.
Share:

Labels

News (618) Clause (338) aamai (95) Artikel Afrianto (78) LSPP (76) Soal AAMAI (72) Buku (66) Engineering Clause (60) OJK (59) AAAIK (58) C Clause (55) A Clause (44) P Clause (43) S Clause (37) Soal Jawab (37) D Clause (35) Banjir (31) 102 (28) R Clause (28) Clause Liability (27) CAR Clause (26) Istilah (26) 101 (25) E Clause (25) Pengetahuan (25) 103 (24) L Clause (23) Praktek Bisnis (23) Klausul (22) Marine Cargo (22) liability insurance (21) pengertian (21) reasuransi (21) Headline (20) asuransi kebakaran (20) I Clause (19) Risk Management (18) Clause PAR (17) F Clause (17) M Clause (17) B Clause (16) Clause Property (15) Syariah (15) Marine Hull (14) Prinsip Asuransi (14) asuransi syariah (14) Asuransi Mikro (13) 201 (12) N Clause (12) O Clause (12) Surety Bond (12) cargo (12) klaim (12) pengantar asuransi kerugian komersil (12) 104 (11) Clause Marine (11) Motor Car (11) 303 (10) Asuransi kendaraan bermotor (10) Hukum Asuransi (10) PA (10) asuransi kecelakaan diri (10) asuransi personal (10) prosedur klaim (10) Jasindo (9) KOMPAS001 (9) Magang Beasiswa (9) contractor (9) hull (9) BPJS (8) Business Interruption (8) dikecualikan (8) micro insurance (8) perluasan jaminan (8) 108 (7) BUMN Reasuransi (7) Directors’ And Officers’ Liability (7) FAQ OJK (7) Insurance Day (7) Jiwasraya (7) Merger (7) Peringkat Asuransi (7) Risk Management Calculations (7) erection (7) fidelity (7) kebongkaran (7) pengirimanuang (7) Bali Rendezvous (6) Engineering (6) Maritime Convension (6) Regulasi (6) dijamin (6) penyimpananuang (6) 106 (5) Asuransi Kredit (5) Asuransi Pertanian (5) Broker (5) Case Study (5) IGTC (5) LEG Clause (5) objek pertanggungan (5) polis (5) premi (5) 107 (4) Asuransi Ternak (4) Benefit (4) CGI (4) Contoh (4) Gempa (4) Money Insurance (4) Nelayan (4) Online Marketing (4) Perlindungan Konsumen (4) Produk (4) Sejarah (4) Survey Report (4) brand (4) investasi (4) jenis (4) jenis jaminan (4) limit pertanggungan (4) marketing (4) Asuransi Perjalanan (3) BJPS (3) Bencana (3) CPM / HE (3) Chubb (3) Contractor Plant and Machinery (3) Deductible BI (3) Forwarder Liability (3) G Clause (3) Hukum Dagang (3) Hukum Ketenagakerjaan (3) ICC 1982 (3) ICC 2009 (3) Iklan (3) Incoterms (3) Kendaraan (3) Maipark (3) Pesawat (3) Professional Indemnity (3) Prudential (3) Sinar Mas (3) asuransi properti (3) hukum (3) periode pertanggungan (3) public liability (3) struktur polis (3) Asuransi Jiwa Jaminan (2) Asuransi Politik (2) Asuransi Sosial (2) Asuransi Tanaman (2) Bank Garansi (2) Bukopin (2) Bumi Asih (2) Clause Motor Car (2) Custom Bond (2) Fronting Company (2) GDEAI (2) Galeri Foto (2) Great Eastern (2) H Clause (2) Hukum Perdata (2) Kebijakan (2) Khusus (2) Kurikulum Asuransi (2) Market (2) Opini (2) PMA (2) PSAK 62 (2) Personal Accident (2) Perusahaan atau Korporasi (2) Professional Liability (2) RSKKNI (2) Rangkuman (2) Reportase (2) SPPA (2) Sertifikasi Agen (2) Soal (2) Stockthroughput (2) Undang-undang (2) asuransi tradisional (2) aturan pemerintah (2) danaACA (2) dokumen pendukung (2) ganti rugi (2) harga pertanggungan (2) ifrs (2) indemnity (2) ketentuan (2) kontribusi (2) liability (2) perkecualian (2) product liability (2) rating (2) risiko (2) sharing (2) subrogasi (2) 105 (1) 202 (1) 302 (1) 304 (1) 401 (1) AXA Mandiri (1) Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (1) Asuransi Migas (1) Asuransi Parkir (1) Asuransi Petani (1) Asuransi Peternak (1) BRI (1) BTN (1) Badai Sandy (1) Banker Clause (1) Boiler and Pressure Vessel (1) Bosowa (1) Bringin Life (1) Bumiputera Life (1) Burglary Insurance (1) Cakrawala Proteksi (1) Cigna (1) Ciputra (1) Commonwealth Life (1) Contractor Allrisk (1) Daftar Perusahaan Asuransi (1) DanaGempa (1) DanaRumah (1) Dayin Mitra (1) Ekspor (1) Electronic Equipments (1) Emiten (1) Energi (1) Engineering Fee (1) Erection Allrisk (1) FPG Indonesia (1) File Insurance (1) Financial Planning (1) Forum Diskusi (1) Haji (1) Hanwha Life (1) Himalaya (1) IPO (1) ISO 31000 (1) InHealth (1) Insurance Act 2015 (1) Izin Usaha (1) J Clause (1) JKN (1) Jokowi (1) KOMPASANGGI (1) KOMPASMEGA (1) Kanker (1) Kebakaran (1) Kelas Konstruksi (1) Kilasdunia (1) Kinerja Asuransi Umum (1) Korupsi (1) Kupasi (1) LPS (1) Lloyd's (1) Loss Limit (1) Manulife (1) Medi Plus (1) Media Asuransi (1) Mitra Maparya (1) Multifinance (1) NMA (1) Obamacare (1) P&I (1) P&I Insurance (1) PAYDI (1) PSKI (1) Pailit (1) Pasar Senen (1) Penerbangan (1) Pertambangan (1) Perubahan Iklim (1) Powerpoint (1) Pungutan OJK (1) RBC (1) Ritel (1) SDM (1) Sadar Asuransi (1) Sengketa Asuransi (1) Slide (1) asuransi warisan (1) aturan (1) bapepam-lk (1) biaya (1) biro klasifikasi (1) business (1) definisi (1) fungsi asuransi (1) insurable interest (1) jaminan (1) judi (1) kapal (1) komposisi (1) kurs valas (1) kyc (1) laik (1) manfaat asuransi (1) modifikasi (1) ownrisk (1) pemasaran (1) penutupan asuransi (1) perlengkapan tambahan (1) product guarantee (1) proximate cause (1) sistem pemasaran asuransi (1) strategi pemasaran (1)

Blog Archive

Kurs Bank Central Asia (BCA)

Recent Posts