OJK bolehkan asuransi bermodal minim jadi syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) benar-benar memanjakan asuransi bermodal minim. Sebagai perbandingan, semasa regulator di tangan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), perusahaan asuransi kurang modal harus segera memenuhi permodalan. Ancamannya, bisa ditutup selamanya. Sementara OJK memberikan toleransi. Regulator baru ini memberi kesempatan asuransi yang kesulitan memenuhi modal untuk beralih menjadi asuransi syariah.


Menurut Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, beberapa perusahaan mengajukan permohonan menjadi syariah. Mereka mengaku susah memenuhi syarat permodalan Rp 70 miliar tahun ini dan Rp 100 miliar pada tahun depan. Sedangkan persyaratan asuransi syariah lebih mudah dijangkau. "Ada beberapa mengajukan, kurang dari 10 perusahaan tapi jumlah pasti saya tidak ingat," ujarnya, Rabu (6/3) lalu.


Firdaus mengatakan, asuransi bermodal minim menjadi syariah, bukan masalah besar. Regulator akan memberikan izin. Hanya, prosesnya masih dikaji regulator.


Sayangnya, mantan Kepala Eksekutif LPS itu menyimpan rapat identitas perusahaan asuransi. "Tidak masalah buat kami mereka jadi syariah, daripada dipaksakan tutup," terangnya.


Perlu disetujui DPR


Sebagai gambaran, saat ini masih ada 14 perusahaan asuransi umum dan jiwa kekurangan modal. Sejatinya, perusahaan tersebut sudah kena semprit Bapepam-LK pada awal tahun lalu. Penyebabnya, tak kunjung memenuhi ketentuan modal sendiri minimal Rp 70 miliar. Batas toleransi Desember 2012. Jika tidak, izinnya dicabut.


Namun, hingga kini OJK tak kunjung bersikap tegas. Selain mereka, ada juga perusahaan asuransi yang menjanjikan pemenuhan modal melalui penjualan saham perdana ke publik (IPO) dan investor baru. Perusahaan ini diberi tenggang waktu sampai akhir Maret. Tapi identitas perusahaan ini tidak pernah diungkapkan.


Sejak awal Firdaus memang memilih pengampunan ketimbang menutup asuransi bermodal minim. Dia lebih suka mengarahkan asuransi itu fokus di lini bisnis tertentu, ketimbang mencabut. Rencana itu hanya diterapkan bagi asuransi yang masih sehat, tapi terkendala permodalan.


Jika asuransi terbentur penambahan modal, tetapi kondisi keuangannya sehat, OJK akan meminta mereka menggarap sektor ritel. Misalnya asuransi personal accident dan kendaraan bermotor.


Jika punya produk di segmen korporasi, regulator akan meminta itu dilepaskan. Prinsipnya, mirip dengan perbankan, ada bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR). Khusus asuransi ini hanya boleh beroperasi di ritel dan didorong ekspansi ke daerah.


Tapi rencana OJK "menyelematkan" asuransi bermodal minim itu harus diusulkan dulu ke dalam undang-undang perasuransian. Padahal, rancangan UU itu masih dibahas DPR. Kendala lain, paling cepat, pertengahan tahun ini regulasi itu diketok palu. Sementara, kepastian nasib perusahaan asuransi harus segera diputuskan.

Sumber: Kontan
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.

Labels

News (607) Clause (334) aamai (83) Artikel Afrianto (68) LSPP (61) Engineering Clause (60) OJK (59) Soal AAMAI (56) C Clause (52) AAAIK (51) Buku (45) A Clause (42) P Clause (42) S Clause (37) D Clause (35) Banjir (31) R Clause (28) Clause Liability (27) 102 (26) CAR Clause (26) Istilah (26) E Clause (25) Pengetahuan (25) 101 (23) L Clause (23) reasuransi (23) 103 (22) Klausul (22) Praktek Bisnis (22) Soal Jawab (22) pengertian (21) Headline (20) asuransi kebakaran (20) Marine Cargo (19) liability insurance (19) I Clause (18) Clause PAR (17) F Clause (17) M Clause (17) B Clause (16) Clause Property (15) Prinsip Asuransi (14) Risk Management (14) Syariah (14) Asuransi Mikro (13) N Clause (13) 201 (12) Surety Bond (12) cargo (12) klaim (12) pengantar asuransi kerugian komersil (12) Motor Car (11) O Clause (11) asuransi syariah (11) 303 (10) Asuransi kendaraan bermotor (10) Hukum Asuransi (10) KOMPAS001 (10) PA (10) asuransi kecelakaan diri (10) asuransi personal (10) prosedur klaim (10) 104 (9) Jasindo (9) Magang Beasiswa (9) contractor (9) hull (9) BPJS (8) dikecualikan (8) micro insurance (8) BUMN Reasuransi (7) FAQ OJK (7) Insurance Day (7) Merger (7) Peringkat Asuransi (7) Risk Management Calculations (7) erection (7) fidelity (7) kebongkaran (7) pengirimanuang (7) perluasan jaminan (7) Bali Rendezvous (6) Business Interruption (6) Engineering (6) Jiwasraya (6) Regulasi (6) dijamin (6) penyimpananuang (6) 106 (5) 108 (5) Case Study (5) Clause Marine (5) IGTC (5) LEG Clause (5) Marine Hull (5) Maritime Convension (5) objek pertanggungan (5) premi (5) Asuransi Ternak (4) Benefit (4) Broker (4) CGI (4) Contoh (4) Gempa (4) Nelayan (4) Perlindungan Konsumen (4) Produk (4) Sejarah (4) brand (4) investasi (4) jenis (4) jenis jaminan (4) limit pertanggungan (4) Asuransi Perjalanan (3) Asuransi Pertanian (3) BJPS (3) Bencana (3) Chubb (3) Contractor Plant and Machinery (3) Deductible BI (3) G Clause (3) Hukum Dagang (3) Hukum Ketenagakerjaan (3) Hukum Perdata (3) ICC 1982 (3) ICC 2009 (3) Iklan (3) Incoterms (3) Kendaraan (3) Maipark (3) Money Insurance (3) Online Marketing (3) Pesawat (3) Sinar Mas (3) hukum (3) periode pertanggungan (3) struktur polis (3) 107 (2) Asuransi Jiwa Jaminan (2) Asuransi Politik (2) Asuransi Sosial (2) Bank Garansi (2) Beli Asuransi (2) Bukopin (2) Bumi Asih (2) Clause Motor Car (2) Custom Bond (2) Fronting Company (2) GDEAI (2) Galeri Foto (2) H Clause (2) Kebijakan (2) Khusus (2) Kurikulum Asuransi (2) Market (2) Opini (2) PMA (2) PSAK 62 (2) Personal Accident (2) Perusahaan atau Korporasi (2) Professional Indemnity (2) Prudential (2) RSKKNI (2) Rangkuman (2) Reportase (2) SPPA (2) Sertifikasi Agen (2) Stockthroughput (2) Undang-undang (2) asuransi tradisional (2) aturan pemerintah (2) danaACA (2) dokumen pendukung (2) ganti rugi (2) harga pertanggungan (2) ifrs (2) indemnity (2) ketentuan (2) kontribusi (2) liability (2) marketing (2) perkecualian (2) product liability (2) public liability (2) rating (2) risiko (2) sharing (2) subrogasi (2) 105 (1) 202 (1) 302 (1) 304 (1) 401 (1) AXA Mandiri (1) Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (1) Asuransi Kredit (1) Asuransi Migas (1) Asuransi Parkir (1) Asuransi Petani (1) Asuransi Peternak (1) Asuransi Tanaman (1) BRI (1) BTN (1) Badai Sandy (1) Banker Clause (1) Boiler and Pressure Vessel (1) Bosowa (1) Bringin Life (1) Bumiputera Life (1) Burglary Insurance (1) CPM / HE (1) Cakrawala Proteksi (1) Cigna (1) Ciputra (1) Commonwealth Life (1) Contractor Allrisk (1) Daftar Perusahaan Asuransi (1) DanaGempa (1) DanaRumah (1) Dayin Mitra (1) Directors’ And Officers’ Liability (1) Ekspor (1) Electronic Equipments (1) Emiten (1) Energi (1) Engineering Fee (1) Erection Allrisk (1) FPG Indonesia (1) File Insurance (1) Financial Planning (1) Forum Diskusi (1) Forwarder Liability (1) Great Eastern (1) Haji (1) Hanwha Life (1) Himalaya (1) IPO (1) ISO 31000 (1) InHealth (1) Insurance Act 2015 (1) Izin Usaha (1) J Clause (1) JKN (1) Jokowi (1) KOMPASANGGI (1) KOMPASMEGA (1) Kanker (1) Kebakaran (1) Kelas Konstruksi (1) Kilasdunia (1) Kinerja Asuransi Umum (1) Korupsi (1) Kupasi (1) LPS (1) Lloyd's (1) Loss Limit (1) Manulife (1) Medi Plus (1) Media Asuransi (1) Mitra Maparya (1) Multifinance (1) NMA (1) Obamacare (1) P&I (1) P&I Insurance (1) PAYDI (1) PSKI (1) Pailit (1) Pasar Senen (1) Penerbangan (1) Pertambangan (1) Perubahan Iklim (1) Powerpoint (1) Professional Liability (1) Pungutan OJK (1) RBC (1) Ritel (1) SDM (1) Sadar Asuransi (1) Sengketa Asuransi (1) Slide (1) Soal (1) Survey Report (1) asuransi properti (1) asuransi warisan (1) aturan (1) bapepam-lk (1) biaya (1) biro klasifikasi (1) business (1) definisi (1) fungsi asuransi (1) insurable interest (1) jaminan (1) judi (1) kapal (1) komposisi (1) kurs valas (1) kyc (1) laik (1) manfaat asuransi (1) modifikasi (1) ownrisk (1) pemasaran (1) penutupan asuransi (1) perlengkapan tambahan (1) polis (1) product guarantee (1) proximate cause (1) sistem pemasaran asuransi (1) strategi pemasaran (1)

Blog Archive

Recent Posts