Sabtu, 20 Oktober 2012

Underwriting Factor dalam Asuransi Marine Cargo

Underwriting faktor adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pendirian seorang underwriter dalam memutuskan untuk menerima, menolak atau menerima dengan syarat atas pelimpahan risiko tersebut.

Dalam menganalisa suatu penutupan asuransi Pengangkutan laut, faktor-faktor yang mempengaruhi dapat dikelompokkan dalam 2 (dua) bagian yaitu :
1. Barang-barang yang diangkut sebagai obyek pertanggungan.
2. Kapal pengangkut sebagai alat transportasi.

1. Barang-barang yang diangkut sebagai obyek pertanggungan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terhadap barang yang akan diangkut adalah:
a. Jenis Barang (Type of Cargo)
Jenis barang dibagi dalam 4 golongan, yaitu :
1) General Cargo (Barang-barang umum)
yaitu jenis-jenis barang yang bersifat umum,
misal : barang P&D, mesin-mesin dll.
2) Bulk Cargo (Barang-barang curah)
yaitu jenis barang yang umumnya dimuatkan dalam bentuk curah
misal : batu bara, pasir, semen, pupuk dll.
3) Special Cargo (barang-barang khusus)
yaitu jenis barang-barang yang khusus, sehingga sistem pemuatan atau pengepakan dilakukan secara khusus pula.
misal : barang-barang pecah-belah, keramik, electronik dll.
4) Dangerous Cargo (Barang-barang berbahaya)
yaitu jenis barang-barang yang sangat berbahaya/explosive,
misal : bahan-bahan kimia, Bensin, Tinner dll.
Dalam hal penangan barang-barang ini haruslah sangat diperhatikan menge-nai packing dan sistim pemuatannya, pada umumnya pada packing tersebut diberikan label-label khusus misalnya “Sangat berbahaya/Dangerous” dengan tinta merah, agar mudah diketahui orang.

b. Karakteristik barang (Characteristic of Cargo).

1) Padat/Logam                     5)  Powder
2) Cair                                   6)  Smell
3) Liquid                               7)  Cencitive
4) Gas                                   8)  Vermin ( berkutu),etc

c. Metode pembungkusan barang (Method of Packing).
Didalam setiap pengiriman barang, maka packing atau pembungkus barang ter-sebut harus layak dan pantas (Sufficient & Suitable packing), walaupun ada bebe-rapa barang yang tidak dibungkus (Un-packing) misalnya dalam pengangkutan Kendaraan bermotor, kayu, dan lain-lain, hal ini dapat diterima karena pada umumnya barang tersebut tidak dilakukan/dilaksanakan pembungkusan dalam suatu pengriman (berlaku umum / wajar).

Suatu pembungkus dikatakan layak dan pantas (Sufficient & Suitable packing), apabila pembungkus tersebut dapat melakukan suatu perjalanan untuk menjaga barang-barang yang dibungkusnya tersebut tidak mengalami kerusakan.
Seperti kita ketahui bahwa Un-sufficient packing dikecualikan dari pertanggungan.

Packing dapat dikelompokan kedalam : 1.  Proffesional Packing Company
                                                                2.  Manufacture
                                                                3.  1) & 2) In Container

Methode pembungkusan ini ada bermacam-macam, disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis barang yang dibungkus/dipacking.
Cartoon box /Sack/Goni Bag atau karung goni
Pallet, wood etc.
Drum

Dalam hal packing dengan container, ada beberapa istilah yang perlu diperhatikan, yaitu:

a. F.C.L. = Full Container Loaded.

Dalam hal ini satu container hanya diisi oleh barang-barang milik pengirim, tidak disatukan dengan barang-barang milik orang lain, umumnya penge-pakan ini dilakukan langsung oleh pemilik barang dan dilakukan ditempat/ lokasi dimana barang tersebut akan dimuat.
b. L.C.L. = Less Container Loaded.
Dalam hal ini satu container diisi oleh barang-barang milik berbagai pengirim, jadi tidak hanya berisi barang milik 1 orang Tertanggung namun disatukan dengan barang-barang milik orang lain, umumnya pengepakan ini dilakukan oleh pihak Ekspedisi.
Dalam hal ini satu container diisi oleh barang-barang milik berbagai pengirim, jadi tidak hanya berisi barang milik 1 orang Tertanggung namun disatukan dengan barang-barang milik orang lain, umumnya pengepakan ini dilakukan oleh pihak Ekspedisi.

c. C.Y.  =  Container Yard.

Tempat melakukan pengepakan tersebut dilakukan dilokasi pabrik/Gudang/ tempat milik Tertanggung.

d. C.F.S.  =  Container Freight Station.

Tempat melakukan pengepakan tersebut dilakukan di Station khusus penge-pakan kedalam Container.

Sistim pengiriman dapat dilakukan dengan :
1) C.Y. – C.Y.= Container Yard – Container Yard.
Dalam hal ini, sipengirim barang melakukan pengepakan kedalam container dan men-segel container tersebut, kunci segel diserahkan kepada EMKL, dibawa ketempat/lokasi si penerima, dan sipenerima yang akan membuka segel tersebut dilokasi penerima/gudang/tempat yang disebutkan didalam polis.

2) C.Y. – C.F.S. = Container Yard – Container Freight Station
Pengepakan kedalam kontainer dilakukan ditempat si pengirim barang, akan tetapi si penerima barang mengambil barang tersebut di Container Freight Station, dalam hal ini perlu diperhatikan cara pengangkutan selanjutnya dari C.F.S. menuju lokasi si penerima barang/gudang/tempat yang disebutkan dalam polis.

3) C.F.S. – C.F.S.= Container Freight Station - Container Freight Station
Baik pengepakan kedalam container maupun pengambilan barang dilakukan di Cointainer Freight Station.

d. Cara pemuatan barang :

Cara pemuatan barang selama pengangkutan : - On Deck atau Under Deck.
Barang-barang yang dimuat diatas Deck (On Deck) mempunyai tingkat risiko yang lebih besar dibandingkan dengan barang-barang yang dimuat dibawah geladak (Under Deck).

e. Sum Insured.

Dalam hal ini kita melihat pada :
-.   Accumulation of Risk
yaitu untuk mengetahui berapa besar akumulasi risiko yang telah ada dan yang mungkin dipikul oleh perusahaan asuransi diatas kapal tersebut, apabila risiko tersebut terjadi
-.   Maximum Liability
yaitu untuk mengetahui berapa besar maksimum tanggung jawab (Liability) yang dimiliki dalam pengiriman tersebut.

2. Kapal yang mengangkut sebagai alat transportasi.
a. Konstruksi kapal, Tahun pembuatan dan GRT. Kapal.

Kontruksi kapal seperti kita ketahui terdapat 4(empat) jenis konstruksi, yaitu : Besi/Baja, Fiber Glass, Ferrocement dan Kayu, dimana secara otomatis tingkat kemungkinan terjadinya risiko yang dihadapi berbeda-beda, dimana kapal berkonstruksi kayu jauh lebih berbahaya bila dibandingkan dengan kapal berkonstruksi besi/baja, dan yang umum digunakan untuk mengangkut cargo hanyalah Besi/Baja dan Kayu.
Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Institute Classification Clause (ICC 1/1/01) bahwa kapal yang mengangkut tersebut harus dapat bergerak sendiri dan berkonstruksi besi atau baja.

Tahun pembuatan kapal, sangat berpengaruh sekali, karena semakin tua usia kapal semakin tidak ekonomis lagi, pembatasan jangka waktu ekonomis untuk kapal-kapal dalam asuransi pengangkutan maksimum 15 tahun, boleh lebih dari 15 tahun tapi tidak lebih dari 25 tahun apabila kapal tersebut adalah Liner vessel, sedangkan untuk kapal berkonstruksi kayu maksimum 15 tahun.
      
GRT kapal = Gross Register Ton
secara otomatis kapal-kapal yang mempunyai GRT lebih besar akan lebih stabil dan mempunyai daya stabilitas yang tinggi, sehingga kemungkinan terjadinya risiko akan lebih kecil bila dibandingkan dengan kapal yang mempunyai GRT kecil.
Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Institute Classification Clause (ICC 1/1/01) bahwa kapal yang mengangkut tersebut harus memiliki kapasitas mengangkut minimal 100 Ton.

b. Management (Carrier Reputation).

Management pengelolah kapal tersebut sangat berpengaruh dalam operasional kapal tersebut, baik terhadap kapal itu sendiri maupun terhadap cargo yang dimuatkan pada kapal tersebut.
Dengan suatu management yang baik, setidaknya akan menurunkan tingkat kemungkinan terjadinya suatu risiko.

c. Operation System.

Besarnya risiko yang dihadapi oleh Penanggung dalam penutupan asuransi ini tergantung pula pada sistim operasi dari kapal tersebut.
3 Jenis Operation kapal : -. Liner Service
                                         -. Trempher
                                         -. Industrial
Liner Vessel : adalah kapal-kapal yang mempunyai route pelayaran yang tetap dan diumumkan pada media masa, sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan jelas jadwal dari pelayaran dari kapal tersebut (tanggal keberang-katan dan tanggal tiba).
Trempher Vessel : adalah kapal-kapal yang tidak mempunyai route pelayaran yang tetap dan tidak diumumkan pada media massa
Industrial : adalah kapal-kapal yang dimiliki dan hanya dipergunakan khusus untuk mengangkut barang-barang milik Tertanggung saja.

Dalam hal kapal-kapal yang termasuk pada Regular Lines (Liner Vessel) dan memenuhi ketentuan Classification Clause, dianggap mempunyai risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan kapal-kapal Tremper.

d. Port Facilities.

Bagaimana dengan fasilitas pelabuhan yang disediakan (pelabuhan pengiriman maupun pelabuhan tujuan), apakah memadai atau tidak.
Misalnya pengiriman dengan menggunakan Container, tetapi pelabuhan tersebut tidak memiliki fasilitas crane untuk mengangkat container tersebut, atau pela-buhan tersebut dangkal sehingga kapal-kapal besar tidak dapat bersandar di-dermaga, maka kapal tersebut harus melepaskan jangkarnya jauh dari dermaga dan barang-barang/cargo tersebut harus menggunakan tongkang untuk dibawa ke Dermaga.

e. Freight forwarder -.  Reputation.
                                 -.  Right of Subrogation.
Bagaimana dengan reputasi dari Freight forwarder didalam bidang usaha pengangkutan, apakah baik dan berjalan lancar, karena hal ini sangat berkaitan erat dengan barang-barang yang akan diangkut/dibawa tersebut, demikianpun dengan penyelesaian hak subrogasi apakah dapat berjalan lancar?.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.