Senin, 22 Oktober 2012

Underwriting Faktor dalam Asuransi Kebongkaran

adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seorang Underwriter untuk menerima, menolak atau menerima dengan syarat atas suatu pelimpahan risiko.

Underwriting faktor dalam Burglary Insurance, terdiri dari :
1. Bentuk, Jenis, Sifat dari objek yang dipertanggungkan.
-. Bentuk/ukurannya : Besar atau kecil
-. Jenis objek yang dipertanggungkan :
dibagi dalam 3 bagian, yaitu :  
Barang-barang keperluan rumah tangga
Barang-barang dagangan
Barang-barang perhiasan
Barang-barang dagangan, dibagi dalam 4 katagori :
  1. Barang-barang yang dapat dikatakan tidak berbahaya bagi Burglary Insurance. misal : Buku-buku, alat-alat tulis dll. sejenisnya

Namun hal ini harus diperhatikan pula keadaan dan situasi dari kota tersebut, dimana barang-barang tersebut bisa menjadi barang-barang yang berbahaya.
  1. Barang-barang yang ada sedikit bahaya dalam Burglary Insurance
misal : Sepatu, bahan pakaian, pakaian jadi dll.
  1. Barang-barang yang berbahaya bagi Burglary Insurance
misal : Barang-barang electronic.
  1. Barang-barang yang sangat berbahaya bagi Burglary Insurance
misal : Barang-barang perhiasan.

Dari ke-empat katagori tersebut terlihat disini bahwa risiko semakin lama semakin tinggi, maka secara otomatis pembebanan suku premi akan berbeda satu sama lain.

-. Sifat : Apakah barang-barang tersebut mudah didapat dipasaran atau sulit di dapat, atau bisa didapat namun dengan harga tinggi.

2. Bentuk, Konstruksi, Okupasi atas bangunan dimana objek pertanggungan disimpan.
-. Bentuk Bangunan : Mudah dijangkau atau sulit dijangkau oleh Pencuri.

-. Konstruksi bangunan : berkonstruksi kelas I ; II atau III

-. Okupasi bangunan : sebagai Perkantoran, Pertokoan, R.tinggal atau Hotel

Dimana yang berbentuk bangunan mudah dijangkau, konstruksi kelas III dan Okupasi bangunan sebagai Hotel, mempunyai tingkat risiko yang lebih besar bila dibandingkan dengan sebuah bangunan yang sulit dijangkau oleh pencuri, konstruksi kelas I dan okupasi sebagai Rumah-tinggal.

  1. Letak dan Situasi dimana bangunan tersebut berada.
-. Letak Bangunan : bangunan terletak dilorong atau di jalan besar
-. Situasi lingkungan : Aman, ramai atau rawan atau didaerah elite.

Sebuah bangunan yang terletak dilorong dan situasi Rawan, tentu akan memiliki risiko yang tinggi bila dibandingkan dengan Rumah yang terletak di Jl. Besar dengan situasi aman dan ramai.

  1. Alat dan Sistim pengamanan yang disediakan.
Alat Keamanan : umumnya dikaitkan dengan benda-benda
System Keamanan : dikaitkan dengan individu.
Suatu pelimpahan risiko dengan dilengkapi adanya alat dan sistim keamanan yang memadai setidaknya akan mengurangi kemungkinan risiko tersebut terjadi.

  1. Pengalaman kerugian yang pernah dialami.
Adakah pengalaman kerugian yang pernah diderita/dialami ?
Apabila “YA”, maka kapan, bagaimana terjadinya, berapa besar nilai kerugian dan bagaimana tindakan preventif yang telah dilakukan Tertanggung setelah adanya kerugian tsb.

  1. Moral Hazard Tertanggung.
Seperti kita ketahui bahwa sangatlah sulit untuk mengetahui Moral seseorang, namun hal ini sangatlah perlu untuk kita menentukan :
apakah kita mau menerima penutupan tersebut ? atau
apakah kita akan menolak penutupan tersebut? atau
apakah kita dapat menerimanya tapi dengan syarat ?
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.