Minggu, 20 Januari 2013

Menakar Kerugian Banjir Jakarta



Jakarta, GATRAnews - Jakarta menjadi kota yang semrawut selama tiga hari terakhir ini. Antrian kendaraan memadati jalan-jalan utama. Penduduk berhamburan ke tempat-tempat tinggi, memadati sekolah, tempat-tempat ibadah, kantor kelurahan hingga kecamatan. Kepanikan melanda sebagian besar penduduk di tepi-tepi sungai. Perahu karet hilir mudik mengevakuasi warga. 

Bermula dari hujan deras di Jakarta dan sekitarnya sejak tiga hari lalu, ibukota negara itu disergap banjir di segala penjuru. Tercatat ada 40an titik banjir yang membuat warga berhamburan dari rumahnya yang nyaman.

Hibuk terlihat di lorong-lorong sempit hingga jalan protokol seperti Thamrin dan Sudirman. Dari kampung kumuh hingga Istana Negara. Tidak hanya rumah kumuh yang dilumat air bandang. Rumah-rumah mewah hingga istana negara tak luput dari serbuan air bah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, wilayah yang terendam air seluas 41 kilometer (km) persegi atau 8 persen dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Dari jumlah itu, wilayah terberat ada di sekitar Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Sekitar Penjaringan, juga sepanjang bantaran Sungai Ciliwung, tinggi bervariasi, ada yang 3 meter," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (18/01/2013).

Sutopo menuturkan, dengan luas itu, 910 RT, 337 RW, 74 kelurahan, dan 31 kecamatan terendam banjir. Sebanyak 97.608 kepala keluarga atau 248.846 jiwa menjadi korban bencana tersebut. "Pengungsi mencapai 18.018 jiwa hingga pukul 07.00 WIB, korban meninggal 11 orang," ujarnya.

Hingga Sabtu (18/01/2013), banjir masih menguasai sejumlah wilayah. Ketinggian air memang bervariasi. Ada yang cuma 20 sentimeter, tapi di dataran rendah atau pinggir kali bisa menenggelamkan orang dewasa.
Repotnya, meski di Jakarta hujan sudah berhenti pada Jumat siang, namun di Bogor dan Puncak, air masih tercurah dari langit. Akibatnya, banjir kiriman tetap mengancam ibukota. Gubernur Jakarta Joko Widodo pun menetapkan Jakarta darurat banjir hinggar akhir Januari.

Tak pelak, bencana banjir Jakarta mengakibatkan kerugian harta benda hingga hilangnya nyawa. Tercatat hingga Jumat (18/01/2013), 12 nyawa melayang dan ribuan rumah serta bangunan terendam banjir.
Kerugian paling menyolok tampak di sektor bisnis. Maklum, sejumlah kawasan bisnis di Jakarta dilanda banjir. Dari kawasan industri di Pulogadung hingga gedung perkantoran di Sudirman. Jumlah kerugian pun sangat besar, meski sulit memastikan jumlah persisnya.

Kalangan pebisnis yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengklaim kerugian banjir bisa mencapai ratusan miliar per hari. Beberapa sektor yang paling terkena dampak di antaranya industri, jasa, dan ritel. "Bisa rugi ratusan miliar. Itu perkiraan satu hari ini," kata Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi.

Sofjan menjelaskan, kalangan pengusaha tidak menyangka banjir begitu meluas di Jakarta. "Logistik terhenti, pengiriman barang terhambat, dan karyawan tidak bisa masuk kerja," keluhnya. Kantong pengusaha pun terkuras. Meski para karyawan tidak masuk kerja minimal selama dua hari, toh gaji karyawan tetap harus dibayar. Belum lagi kemungkinan klaim dari konsumen akibat pengiriman barang yang terlambat.
Akibat banjir bandang ini, kata Sofjan, biaya logistik diperkirakan naik sekitar 5 persen per hari. "Memang, jika hanya sehari, tidak akan terlalu besar kenaikannya. Tapi, jika sampai beberapa hari, tentu akan lebih tinggi," ujarnya.

Sementara akibat banjir, pedagang pasar dan ritel ikut merugi milyaran rupiah. Nah, kerugian akibat banjir itu ditanggung sendiri oleh pengusaha. Sebab, beberapa tahun belakangan, perusahaan asuransi tidak mau menanggung klaim akibat banjir. Jadi, menurut Sofjan, yang bisa dilakukan pengusaha saat ini hanya meminimalisir kerugian itu sehingga roda perusahaan tetap bergerak.

Padahal perekonomian di ibukota negara tengah bertumbuh hingga triwulan III-2012. Berdasarkan situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perekonomian di ibukota pada periode itu mencapai 2,2 persen dibandingkan triwulan II-2012.

Hampir semua sektor mengalami peningkatan produksi, kecuali pertambangan dan penggalian. Sebagian besar sektor ekonomi tumbuh di atas 1 persen, kecuali pertanian dan industri pengolahan. Sektor produksi industri manufaktur besar dan sedang  memang turun 0,85 persen pada triwulan III-2012 dibanding triwulan sebelumnya. Tetapi secara nasional sektor ini naik 2,06 persen.

Sementara itu, Indeks Tendensi Konsumen DKI Jakarta pada triwulan III-2012 mencapai 114,72. Artinya, kondisi ekonomi konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen pada triwulan III-2012 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini ditandai dengan kenaikan nilai ITK sebesar 3,24 poin.

Sangat disayangkan, di tengah optimisme itu, Jakarta dilanda banjir. Bencana tersebut, tentu saja, akan memukul dunia usaha di saat tingkat kepercayaan dan optimisme konsumen meningkat. Secara tidak langsung, kondisi itu berpengaruh pada tingkat daya beli konsumen.

Dampak itu pula yang dirasakan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. Selain kenaikan harga, kondisi iklim yang tidak menentu telah menyulitkan usaha mereka. "Akibat banjir di mana-mana, distribusi ke pasar-pasar terganggu," kata Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Ngadiran.
Keterlambatan pasokan seperti sayuran bisa memicu kerusakan produk segar itu. Akibatnya, dapat berimbas pada omzet penjualan. "Jika per hari bisa memperoleh Rp700-800 ribu, kini Rp500 ribu saja sudah terengah-engah," ujar Ngadiran. Apalagi banjir kali ini  meluas dan dan merendam sejumlah rumah warga, pertokoan, hingga pasar-pasar. Situasi itu diperkirakan menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Selain itu, sektor yang terkena dampak banjir adalah industri ritel. Air sempat menggenangi beberapa mal dan pertokoan di beberapa titik. Seperti di Mega Mall Bekasi, air tergenang di lantai dasar sejak Rabu (16/01/2013) dini hari. Akibatnya, uang berhenti berputar dan para pedagang menanggung rugi cukup besar.
"Jumlah pasti kerugian masih kami hitung. Tapi, setidaknya, dalam satu hari di Mega Mall Bekasi, perputaran uang mencapai Rp20 miliar lebih," kata Direktur Operasional Mega Mall Bekasi, Gunarso Ismail. Di Mega Mall Bekasi terdapat ribuan kios dan counter. Sementara itu, yang terkena banjir di lantai bawah ada 400 lebih tenant (kios/counter).

Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir, yang memicu banjir di Jakarta dan sekitarnya, juga berimbas pada operasional sejumlah bank. Tercatat, sebanyak 36 kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk tidak beroperasi. Dari jumlah 36 cabang yang tidak beroperasi tersebut, sebanyak 19 cabang terletak di Jakarta Barat, 8 cabang di Jakarta Utara, 6 cabang di Jakarta Pusat, 2 cabang di Jakarta Selatan, dan 1 cabang di Jakarta Timur.

Sementara pihak BNI mencatat, ada 57 anjungan tunai mandiri (ATM) dan 27 outlet yang terhenti operasionalnya akibat bencana banjir. Menurut Sekretaris Perusahaan BNI, Tribuana Tunggadewi, hingga saat ini, dari total ATM BNI di Jabodetabek yang berjumlah 2.566 ATM, sebanyak 57 ATM terkena dampak banjir. Ini antara lain karena akses menuju ATM terkena banjir, listrik di lokasi mati, dan sebagian kecil terendam. Sedangkan total outlet di Jabodetabek sebanyak 478, yang terkena dampak banjir ada 27 outlet karena akses masuk menuju outlet terhalang.

Kondisi serupa terjadi pada sekitar 50 kantor layanan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk di Jabodetabek. Banjir juga telah menghentikan operasional unit kerja BRI di RSAL Mintoharjo, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan. Terdapat 10 unit kerja yang terganggu banjir, tapi bisa beroperasi. Sementara itu, yang berhenti sama sekali terdapat 5 kantor cabang pembantu, 3 kantor cabang, 3 kantor kas, 5 kantor unit BRI, serta 3 teras BRI.

Jika banjir terus terjadi hingga akhir Januari, bisa dibayangkan kerugian yang melanda para pebisnis itu. Bagi yang bermodal cekak, bisa akan gulung tikar dan nenambah jumlah pengangguran di Indonesia. Tentu hal itu akan menghambat laju perekonomian nasional. (HP)

Sumber: GatraNews

Berita Terkait:

  
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.