Jumat, 17 Mei 2013

Estimated Maximum Loss (EML)



Suatu penilaian kerugian merupakan suatu estimasi berdasarkan atas kesadaran terhadap beberapa factor yang berpengaruh di bawah ini:
  • Kelas konstruksi bangunan
  • Jumlah lantai bangunan
  • Sistem fire detection
  • Sistem sprinkler dan sumber pasokan air
  • Konsentrasi peralatan dan nilai dari produk
  • Jarak antara bangunan
  • Gudang material yang mudah terbakar atau meledak
  • Perkiraan dan waktu penanganan dari pemadam kebakaran baik pribadi atau milik pemerintah
  • Bangunan internal yang dapat terbakar

Estimated Maximum Loss (EML) adalah yang paling sering digunakan. EML ini memiliki beberapa istilah lain yang meliputi:
  • Probable Maximum Loss (PML)
  • Possible Maximum Loss (PML)
  • Maximum Probable Loss (MPL)
  • Maximum Foreseeable Loss (MFL)
  • Tidak ada definisi umum dan baku di pasar internasional

Estimated Maximum Loss (EML) mengandaikan kerugian paling parah karena kebakaran atau ledakan dari suatu insiden tunggal. Hal tersebut mengandaikan bahwa pada saat kejadian, ada satu sistem proteksi utama yang gagal beroperasi. Hal ini hanya menyangkut proteksi yang bersifat pasif, seperti jarak, pembatas tahan api, dan semua perlindungan dari risiko yang efektif.

Berbeda dengan EML, Maximum Foreseeable Loss (MFL) mengandaikan adanya kerugian paling parah karena kebakaran atau ledakan yang berasal dari satu insiden tunggal. Diandaikan bahwa pada saat kejadian, semua sistem proteksi tidak berfungsi. Hal ini hanya menyangkut proteksi yang bersifat pasif, seperti jarak, pembatas tahan api, dan semua perlindungan dari risiko yang efektif.

Ada dua komponen utama dalam suatu kerugian, yaitu property damage dan business interruption. Dalam penjabaran selanjutnya, akan saya jelaskan mengenai dua komponen tersebut.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.