Negara Berkembang Tawarkan Potensi Pertumbuhan Asuransi Syariah

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Industri asuransi syariah global mempertahankan digit pertumbuhan ganda dalam enam tahun terakhir. Asuransi syariah global mengalami pertumbuhan moderat 16 persen pada 2012.

Menurut laporan Ernst & Young, industri asuransi syariah terus menawarkan prospek pertumbuhan dengan tingkat penetrasi pasar rendah. Kesempatan memperluas pasar diisyaratkan di pasar negara berkembang. Pasar asuransi syariah sebagian besar masih dalam masa pertumbuhan. Sayangnya potensi asuransi syariah untuk menggantikan asuransi konvensional di pasar keuangan syariah masih belum termanfaatkan.

Laporan tersebut mengatakan dalam rangka mempertahankan pertumbuhan industri, perlu pemain yang bisa memberikan kepemimpinan membangun kapasitas industri dan mengatasi sejumlah risiko bisnis industri secara keseluruhan. Saat ini, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Malaysia memimpin industri  keuangan syariah yang relatif berkembang baik, termasuk pasar sukuk, jangkauan kuat terhadap nasabah dan harga kompetitif. Peran pemerintah dalam menyederhanakan kerangka peraturan lintas batas dan mendorong konsolidasi bisa menjadi kunci mendorong ekspansi industri.

Pemimpin Keuangan Syariah Global Ernst & Young, Ashar Nazim mengatakan operator asuransi syariah harus mengadopsi strategi dan rencana modal yang meliputi pertumbuhan organik maupun  anorganik serta memelihara dan memperbaiki segmentasi dan strategi akuisisi yang dapat mengurangi potensi risiko. "Pertumbuhan dan profitabilitas pasar tergantung pada kematangan industri dan struktur peraturan struktur masing-masing pasar," ujarnya seperti dikutip CPI Financial, baru-baru ini.

Meski fokus pada pasar di kawasan Muslim terpadat, namun operator jangan melupakan pasar lain di seluruh Eropa, Afrika dan Asia Pasifik. Mengadopsi pendekatan multi pasar tidak hanya membantu mengelola diversifikasi risiko tetapi juga menawarkan peluang menguntungkan. "Analisis pasar dan perencanaan secara rinci diperlukan untuk memastikan keberhasilan strategis," kata Direktur Syariah Senior Ernst & Yong, Abid Shakeel.

Meski Arab Saudi, UEA dan Malaysia menjadi bagian terbesar pasar asuransi syariah, namun operator perlu menggarap industri tersebut di  banyak pasar lainnya. Ada tiga bidang pembangunan yang perlu ditangani dalam menanggapi masalah profitabilitas, yakni efisiensi dalam operasi, kualitas formasi bisnis, dan modal. Pemain kecil di industri asuransi syariah harus cepat membangun skala atau mempertimbangkan merger dalam rangka memenuhi persyaratan tersebut.

Potensi industri asuransi syariah, di negara populasi besar seperti Indonesia dan Turki belum dimanfaatkan. Investor yang ingin mendirikan operasi asuransi syariah.  di pasar pertumbuhan yang cepat harus siap menyadari bahwa sifat pengembalian tidak akan sebanding bagi emiten konvensional.

Operator harus belajar mengatasi meningkatnya permintaan layanan asuransi syariah dari Malaysia. Negara tersebut membuat kemajuan dengan Takaful Keluarga Malaysia sebagai pasar asuransi syariah keluarga terbesar di dunia. Takaful Keluarga Malaysia menguasai hampir tiga perempat pangsa pasar domestik. Populasi Muslim muda dan inisiatif regulasi seperti Kerangka Operasional Takaful 2012, Islamic Financial Services Act 2013, dan Risk-based Capital untuk Takaful (RBCT) telah meningkatkan efisiensi operasional, memastikan pendanaan sehat dan berkelanjutan.

"Peraturan yang ditetapkan di semua bidang keuangan syariah Malaysia, termasuk penerbitan sukuk telah membuat Malaysia menjadi salah satu tujuan utama," ucap Managing Country Partner Ernst & Young Malaysia, Dato 'Rashid Rauf. Lembaga-lembaga global berusaha memasuki permintaan kuat untuk investasi jangka panjang. Hal inilah yang memperkuat posisi Malaysia sebagai pusat keunggulan regional industri asuransi syariah.

Ada kelangkaan operator asuransi syariah yang mampu memberikan kepemimpinan internasionalisasi pertumbuhan industri. Untuk tumbuh menjadi pemain global, pemain regional harus mencerminkan awal pertumbuhan industri asuransi dan menggunakan analisis aktuaria untuk harga risiko. Operator asuransi syariah yang ingin memperluas cakupan regional, harus melakukan pendekatan terpadu di semua pasar. Strategi risiko, spesialisasi produk dan kerangka peraturan yang mendukung merupakan elemen kunci yang perlu mendapat perhatian.

Dalam jangka menengah, pasar Muslim akan terus memberikan kondisi menguntungkan bagi praktik asuransi syariah. Dalam jangka panjang, operator harus melangkah keluar dari zona nyaman. dan menjelajahi pasar-pasar pertumbuhan cepat, dimana pasar terpadat akan menyediakan prospek terbaik untuk masa depan.

Sumber: Republika



 

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.

Labels

News (607) Clause (334) aamai (86) Artikel Afrianto (68) LSPP (66) Engineering Clause (60) OJK (59) Soal AAMAI (59) AAAIK (57) Buku (52) C Clause (52) A Clause (42) P Clause (42) S Clause (37) D Clause (35) Banjir (31) Soal Jawab (29) R Clause (28) 102 (27) Clause Liability (27) CAR Clause (26) Istilah (26) E Clause (25) Pengetahuan (25) 101 (24) 103 (23) L Clause (23) reasuransi (23) Klausul (22) Praktek Bisnis (22) pengertian (21) Headline (20) asuransi kebakaran (20) Marine Cargo (19) liability insurance (19) I Clause (18) Clause PAR (17) F Clause (17) M Clause (17) B Clause (16) Clause Property (15) Prinsip Asuransi (14) Risk Management (14) Syariah (14) Asuransi Mikro (13) N Clause (13) 201 (12) Surety Bond (12) cargo (12) klaim (12) pengantar asuransi kerugian komersil (12) Motor Car (11) O Clause (11) asuransi syariah (11) 104 (10) 303 (10) Asuransi kendaraan bermotor (10) Hukum Asuransi (10) KOMPAS001 (10) PA (10) asuransi kecelakaan diri (10) asuransi personal (10) prosedur klaim (10) Jasindo (9) Magang Beasiswa (9) contractor (9) hull (9) BPJS (8) dikecualikan (8) micro insurance (8) BUMN Reasuransi (7) FAQ OJK (7) Insurance Day (7) Merger (7) Peringkat Asuransi (7) Risk Management Calculations (7) erection (7) fidelity (7) kebongkaran (7) pengirimanuang (7) perluasan jaminan (7) 108 (6) Bali Rendezvous (6) Business Interruption (6) Engineering (6) Jiwasraya (6) Regulasi (6) dijamin (6) penyimpananuang (6) 106 (5) Case Study (5) Clause Marine (5) IGTC (5) LEG Clause (5) Marine Hull (5) Maritime Convension (5) objek pertanggungan (5) premi (5) Asuransi Ternak (4) Benefit (4) Broker (4) CGI (4) Contoh (4) Gempa (4) Nelayan (4) Perlindungan Konsumen (4) Produk (4) Sejarah (4) brand (4) investasi (4) jenis (4) jenis jaminan (4) limit pertanggungan (4) 107 (3) Asuransi Perjalanan (3) Asuransi Pertanian (3) BJPS (3) Bencana (3) Chubb (3) Contractor Plant and Machinery (3) Deductible BI (3) G Clause (3) Hukum Dagang (3) Hukum Ketenagakerjaan (3) Hukum Perdata (3) ICC 1982 (3) ICC 2009 (3) Iklan (3) Incoterms (3) Kendaraan (3) Maipark (3) Money Insurance (3) Online Marketing (3) Pesawat (3) Sinar Mas (3) hukum (3) periode pertanggungan (3) struktur polis (3) Asuransi Jiwa Jaminan (2) Asuransi Politik (2) Asuransi Sosial (2) Bank Garansi (2) Beli Asuransi (2) Bukopin (2) Bumi Asih (2) Clause Motor Car (2) Custom Bond (2) Fronting Company (2) GDEAI (2) Galeri Foto (2) H Clause (2) Kebijakan (2) Khusus (2) Kurikulum Asuransi (2) Market (2) Opini (2) PMA (2) PSAK 62 (2) Personal Accident (2) Perusahaan atau Korporasi (2) Professional Indemnity (2) Prudential (2) RSKKNI (2) Rangkuman (2) Reportase (2) SPPA (2) Sertifikasi Agen (2) Stockthroughput (2) Undang-undang (2) asuransi tradisional (2) aturan pemerintah (2) danaACA (2) dokumen pendukung (2) ganti rugi (2) harga pertanggungan (2) ifrs (2) indemnity (2) ketentuan (2) kontribusi (2) liability (2) marketing (2) perkecualian (2) product liability (2) public liability (2) rating (2) risiko (2) sharing (2) subrogasi (2) 105 (1) 202 (1) 302 (1) 304 (1) 401 (1) AXA Mandiri (1) Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (1) Asuransi Kredit (1) Asuransi Migas (1) Asuransi Parkir (1) Asuransi Petani (1) Asuransi Peternak (1) Asuransi Tanaman (1) BRI (1) BTN (1) Badai Sandy (1) Banker Clause (1) Boiler and Pressure Vessel (1) Bosowa (1) Bringin Life (1) Bumiputera Life (1) Burglary Insurance (1) CPM / HE (1) Cakrawala Proteksi (1) Cigna (1) Ciputra (1) Commonwealth Life (1) Contractor Allrisk (1) Daftar Perusahaan Asuransi (1) DanaGempa (1) DanaRumah (1) Dayin Mitra (1) Directors’ And Officers’ Liability (1) Ekspor (1) Electronic Equipments (1) Emiten (1) Energi (1) Engineering Fee (1) Erection Allrisk (1) FPG Indonesia (1) File Insurance (1) Financial Planning (1) Forum Diskusi (1) Forwarder Liability (1) Great Eastern (1) Haji (1) Hanwha Life (1) Himalaya (1) IPO (1) ISO 31000 (1) InHealth (1) Insurance Act 2015 (1) Izin Usaha (1) J Clause (1) JKN (1) Jokowi (1) KOMPASANGGI (1) KOMPASMEGA (1) Kanker (1) Kebakaran (1) Kelas Konstruksi (1) Kilasdunia (1) Kinerja Asuransi Umum (1) Korupsi (1) Kupasi (1) LPS (1) Lloyd's (1) Loss Limit (1) Manulife (1) Medi Plus (1) Media Asuransi (1) Mitra Maparya (1) Multifinance (1) NMA (1) Obamacare (1) P&I (1) P&I Insurance (1) PAYDI (1) PSKI (1) Pailit (1) Pasar Senen (1) Penerbangan (1) Pertambangan (1) Perubahan Iklim (1) Powerpoint (1) Professional Liability (1) Pungutan OJK (1) RBC (1) Ritel (1) SDM (1) Sadar Asuransi (1) Sengketa Asuransi (1) Slide (1) Soal (1) Survey Report (1) asuransi properti (1) asuransi warisan (1) aturan (1) bapepam-lk (1) biaya (1) biro klasifikasi (1) business (1) definisi (1) fungsi asuransi (1) insurable interest (1) jaminan (1) judi (1) kapal (1) komposisi (1) kurs valas (1) kyc (1) laik (1) manfaat asuransi (1) modifikasi (1) ownrisk (1) pemasaran (1) penutupan asuransi (1) perlengkapan tambahan (1) polis (1) product guarantee (1) proximate cause (1) sistem pemasaran asuransi (1) strategi pemasaran (1)

Blog Archive

Recent Posts