Kamis, 17 Januari 2013

Manajemen Banjir dan Peran Industri Asuransi

Banjir adalah “tamu tidak diundang” yang bisa datang setiap saat dan meluluhlantahkkan berbagai sarana infrasturktur, merusak lahan pertanian atau perkebunan, mengusik keamanan hayati, sering menelan korban jiwa baik luka badan hingga meninggal dunia. Kerugian ekonomis akibat bencana banjir biasanya juga sangat besar.

Masih segar dalam ingatan kita banjir besar yang melanda Thailand pada Oktober 2011 yang mengakibatkan sekitar 14.800 pabrik hancur. Industri- industri raksasa dengan merek terkenal, seperti Honda Motor, Mazda Motor, Nissan, Sony, Nikkon dan Sanyo menderita kerugian besar akibat terjangan bangjir. Banjir Thailand mengakibatkan penurunan produksi kendaraan bermotor mencapai 150.000 unit.

Sementera itu, menurut The University of the Thai Chamber of Commerce, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai US$ 32 miliar. Sedangkan menurut Kerugian ekonomi akibat banjir di Thailand waktu itu menurut The University of the Thai Chamber of Commerce diperkirakan mencapai USD. 32 miliar dan menurut JLT, sekitar US$ 13 miliar merupakan kerugian asuransi.

Selanjutnya banjir Queensland dan Victoria di Autralia pada 2011- 2012 juga merupakan bencana alam besar, merendam dan merusak infrastruktur dan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial di 22 kota dan mengakibatkan setidaknya 200.000 penduduk mengalami cedera serta meninggal dunia dan juga kehilangan tempat tinggal. Kerugian ekonomi akibat banjir di Australia diperkirakan mencapai US$ 15 miliar dan mengakibatkan penurunan produk domestik bruto (PDB) negeri tersebut.


Sumber: Situs Investor




Artikel Terkait:


Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.