Home » » Inilah Langkah Cara Menyusun Financial Planning

Inilah Langkah Cara Menyusun Financial Planning

Written By Afrianto Budi on Selasa, 22 Januari 2013 | 11.04



Siklus keuangan rumah tangga secara sederhana bisa digambarkan seperti di bawah ini. Ada empat kotak yang merupakan sikuensial perencanaan:

Penghasilan ==> Pengeluaran ==> Tabungan ==> Investasi.

Penghasilan (kembali mengutip Kyosaky), bisa berasal dari aktiva aktif yang terdiri dari gaji/upah/honor (employee, E) dan hasil kerja mandiri (self employment, S), maupun yang berasal dari aktiva pasif, berupa hasil dari pemilikan perusahaan (business owner, B) dan investasi (investment, I). 
Pengeluaran memetakan uang yang harus dikeluarkan untuk membiayai kehidupan keluarga. Penyusunan perkiraan pengeluaran (bujet) merupakan bagian terberat dalam perencanaan keuangan. Tidak hanya karena tidak mudah memperkirakan pengeluaran, tapi juga dibutuhkan kejujuran dan pengendalian diri dalam merumuskan pengeluaran serta membutuhkan disiplin dalam implementasinya.  
Rencana pengeluaran pada umumnya meliputi: belanja rutin: makan, pakaian/laundry, transportasi, listrik,air, dll;  biaya pendidikan/child care; biaya rumah; biaya kendaraan/transportasi; biaya kesehatan/asuransi; cicilan utang; pajak; biaya hobi, perjalanan, eating out dan biaya sosial.
Sisa penghasilan setelah dipakai untuk pengeluaran merupakan tabungan.
Disiplin dalam perencanaan keuangan sering mengharuskan kita untuk mengambil tabungan terlebih dahulu dan baru menggunakan sisanya untuk pengeluaran.
Tabungan seyogianya diarahkan untuk dua tujuan: untuk dana berjaga jaga--yang kemudian menjadi pengeluaran--dan menjadi investasi. Investasi juga diarahkan untuk memenuhi biaya hidup masa pensiun, tapi juga untuk menambah penghasilan sehingga pada gilirannya bisa meningkatkan pengeluaran dan tabungan.
Peningkatan tabungan, pada siklus berikutnya akan menaikkan investasi dan penghasilan. 
  
Namun sebelum kita melakukan prediksi terhadap penghasiln yang akan diperoleh, kita harus terlebih dahulu membuat neraca rumah tangga (personal net worth,). Pada tahap awal personal net worth merupakan tempat kita berdiri secara finansial.
Personal net worth akan menjadi titik awal dan tiik akhir dari siklus perencanaan keuangan. Personal net woth awal merupakan posisi keuangan kita saat ini, personal net worth akhir merupakan terminal akhir tujuan finansial kita. Kehidupan kita, secara finansial, merupakan rangkaian panjang uang masuk (cash inflows) dan uang keluar (cash outflows).
Di akhir periode produktif, kita ingin mencapai kondisi personal net worth yang memungkinkan membiayai sisa hidup, memberikan wasiat yang menggembirakan kepada orang orang yang kita cintai, dan meninggalkan asset yang memadai untuk membantu sesama dalam bentuk karitas dan sumbangan sosial.
Dalam konteks itu, perencanaan keuangan harus dibaca sebagai rute yang hendak kita lalui menuju terminal itu.
Secara kuantitatif personal net worth merupakan nilai seluruh asset yang kita miliki dikurangi seluruh kewajiban kapada pihak ketiga yang harus kita bayar. Personal net worth harus positif--dalam arti asset anda haruslah lebih besar nilainya ketimbang seluruh utang Anda--dan harus meningkat dari waktu ke waktu selama periode produktif anda. Personal net worth Anda bisa dinaikkan dengan cara:
o> Mengurangi utang Anda.
o> Memperbesar saving dan menempatkan tabungan itu ke dalam objek investasi secara optimal.
o> Mengurangi pengeluaran Anda, terutama pengeluaran untuk asset yang tidak produktif dengan nilai penyusutan besar seperti mobil mewah.
o> Meningkatkan penghasilan Anda.
Masing-masing upaya untuk meningkatkan personal net worth tersebut, insya Allah, akan kita bahas pada kesempatan mendatang. Beriktut adalah contoh worksheet (lembar kerja) yang perlu anda isi angkanya agar bisa membantu anda membuar personal net worth awal Anda.

Net Worth Statement à aset / kekayaan

1.Tangible asset tanah, rumah tinggal, perabotan, mobil/kendaraan, perhiasan/benda seni
2.Usaha rumah sewa, rental, pemilikan usaha, bisnis lain
3.Financial assets saham, obligasi, reksadana, lainnya
4.Kas & ekuivalen tabungan, deposito
   

Net worth Statement  à Liabilities / kewajiban

Saldo hutang rumah / hipotek
Saldo hutang mobil
Saldo hutang bank
Saldo hutang pajak
Pinjaman pendidikan
Saldo hutang lain lain.
*) Hasan Zein Mahmud adalah Tim Ekselensi dan Staf Pengajar pada KWIK KIAN GIE School of Business
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar, bertanya, atau menambahkan materi yang telah saya sediakan.

Ayo! Gabung di sini dan kuliah online bersama Akademi Asuransi secara gratisss...
Silahkan masukkan alamat email anda di bawah ini kemudian klik subscribe!

Setelah itu cek email Anda untuk melakukan konfirmasi (klik link aktivasi).


Google Yahoo Bing